Resmikan SPAM Umbulan, Jokowi: Jangan Sampai Proyek Lebih dari Rp2 Triliun Sia-Sia

Senin, 22 Maret 2021 - 14:14 WIB
loading...
Resmikan SPAM Umbulan,...
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan, sistem penyediaan air minum (SPAM) Umbulan di Kabupaten Pasuruan yang menelan biaya Rp.2 triliun jangan sampai sia-sia. Foto/Dok Setpres
A A A
PASURUAN - Pada kunjungan kerjanya ke Provinsi Jawa Timur (Jatim) hari ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan sistem penyediaan air minum (SPAM) Umbulan di Kabupaten Pasuruan. Dia mengatakan bahwa SPAM Umbulan ini akan dialirkan ke bebrapa kabupaten/kota di Jatim yakni Kabupaten Pasuruan, Kota Pasuruan, Kabupaten Gresik, Kota Surabaya dan Kabupaten Sidoarjo.

“Dengan mengucap Bismillahirrohmanirrohim saya resmikan SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan,” katanya, Senin (22/3/2021).

Baca Juga: Perum Jasa Tirta I Siap Kembangkan Bisnis SPAM dan PLTS

Dia mengaku bersyukur bahwa proyek yang dikerjakan ini telah rampung dikerjakan. Dia berharap ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

“Alhamdulillahirobilalamin SPAM Umbulan Sistem Penyediaan Air Minum Umbulan yang telah lama dikerjakan, hari ini telah rampung dan telah dapat dimanfaatkan oleh masyarakat,” ungkapnya.

Jokowi menyebut bahwa air dari SPAM Umbulan sudah bersih dan dapat langsung dimanfaatkan tanpa melalui pengolahan yang rumit. Selain itu juga memiliki kapasitas yang cukup besar yakni 4.000 lite rper detik.

“Ini gede banget. Tadi saya tanyakan di lapangan yang baru itu berjalan 900. Artinya masih ada 80% yang harus segera diselesaikan. Dari pipa utama sampai masuk ke pipa di rumah tangga. Ini perkejaan besarnya ada di situ,” ujarnya.

Pada kesempatan itu Jokowi minta bupati/walikota yang wilayahnya teraliri air dari SPAM Umbulan dapat duduk bersama dengan Gubernur Jatim, Menteri PUPR dan Manajemen PT META. Hal ini untuk memastikan siapa mengerjakan apa. Dengan begitu maka proyek dengan anggaran Rp. 2,056 triliun ini tidak sia-sia.

“Ini bukan persoalan gampang. Siapa mengerjakan apa, siapa tanggungjawab dimana. Sehingga proyek gede yang memakan biaya Rp.2 triliun lebih 56 miliar ini betul-betul bisa maksimal digunakan, dirasakan oleh masyarakat. Ini yang penting di situ," ungkapnya.

Baca Juga: PJT I dan Pemkab Lamongan Sepakat Bangun SPAM Karangbinangun dan Brondong II

“Jangan sampai proyek besarnya jadi, pipa utamanya selesai tapi untuk masuk ke rumah tangga ini terkendala karena siapa yang bertanggungjwab tidak jelas. Apakah PDAM Kota dan Kabupaten? Ataukan PDAM di tingkat provinsi? Atau menteri PU? Nah tolong segera diselesaikan,” lanjutnya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini meminta agar minggu ini ada rapat dan bisa diselesaikan siap bertanggungjawab apa. Dia mengaku pernah mengalami melihat proyek yang tidak tereksekusi di bawah.

“Praktik yang saya alami, yang saya lihat ada waduk gede banget, irigasi primernya sudah disiapkan tapi untuk yang sekunder dan tersier tidak ada. Terus airnya sampai ke sawah lewat mana? Ini juga sama, nanti kalau engga saya ke lapangan melihat. Saya tanyakan benar,” pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Indo Build Tech 2026,...
Indo Build Tech 2026, AMBPI Bawa Sejumlah Inovasi Baru
Antipasi Lonjakan Pengguna,...
Antipasi Lonjakan Pengguna, Jasa Marga Intensifkan Preservasi Rutin Jalan Tol
Menteri PU Tinjau IPTC,...
Menteri PU Tinjau IPTC, Nindya Karya Dukung Penambahan Fasilitas Atlet Difabel
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
Bangun Infrastruktur...
Bangun Infrastruktur Unggul, Brantas Abipraya Perkuat Kolaborasi Internal
Sucor AM Bangun Jembatan...
Sucor AM Bangun Jembatan Penghubung 2 Dusun di Garut, Dorong Akses Ekonomi Warga
Jalur Medan-Berastagi...
Jalur Medan-Berastagi Tak Lagi Memadai
Respons Permintaan Tinggi,...
Respons Permintaan Tinggi, Telkom Akselerasi Ekspansi Kapasitas NeutraDC Batam
TNI Hidupkan Desa yang...
TNI Hidupkan Desa yang Lama 'Mati Suri' di Pedalaman Jambi
Rekomendasi
Mengapa Salat Harus...
Mengapa Salat Harus Menghadap Kiblat? Ini 7 Hikmah dan Makna Mendalamnya
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Komitmen Nol Emisi FIFA...
Komitmen Nol Emisi FIFA Tercoreng Jet Pribadi Infantino di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Magang Nasional 2026...
Magang Nasional 2026 Gelombang 2 Segera Dibuka, Kuota Peserta Capai 150 Ribu Orang
Tips MotionTrade: 4...
Tips MotionTrade: 4 Langkah Wajib Saat Terindikasi Penipuan Investasi
Tok, Pemerintah Resmi...
Tok, Pemerintah Resmi Turunkan Harga Gas Industri Jadi USD13/MMBTU
IHSG Jeblok Nyaris 1%...
IHSG Jeblok Nyaris 1% ke 5.838 Siang Ini, Ratusan Saham Merana
Mentan Amran Kumpulkan...
Mentan Amran Kumpulkan Civitas Akademika UGM, Percepat Inovasi dan Hilirisasi Pertanian
Demi Jaga Pasokan Listrik,...
Demi Jaga Pasokan Listrik, Kebijakan DMO dan RKAB Perlu Dievaluasi
Infografis
PDIP Pecat Jokowi, Gibran,...
PDIP Pecat Jokowi, Gibran, dan Bobby Nasution dari Partai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved