Dexa Dorong Penggunaan Obat Berbahan Herbal
Selasa, 23 Maret 2021 - 20:56 WIB
loading...
A
A
A
Dr Raymond Tjandrawinata yang juga Molecular Pharmacologist menambahkan, Dexa Medica telah banyak mengembangkan OMAI berbasis molekuler. Menurutnya, OMAI sendiri secara definisi adalah obat berbahan alam berupa ekstrak atau fraksi tanaman yang tumbuh di Indonesia, tanaman asli Indonesia. Dalam prosesnya, tanaman herbal tersebut diproduksi menjadi obat secara farmasetika modern sehingga memperoleh status sebagai Obat Herbal Terstandar atau Fitofarmaka.
Pengurus Perkumpulan Dokter Herbal Medik Indonesia (PDHMI) dr Rimenda Sitepu meyakinkan, OMAI dapat menjadi substitusi penanganan penyakit. Menurutnya, pengembangan obat bahan alam menjadi obat herbal terstandar (OHT) maupun fitofarmaka erupakan upaya pembuktian ilmiah.
Baca juga: Hadapi Covid-19, Produk Jamu dan OHT Didukung Jadi Fitofarmaka
"Obat Modern Asli Indonesia dapat digunakan sebagai substitusi atau komplementer dalam penanganan atau terapi pada kondisi suatu penyakit, diperlukan banyak penelitian obat bahan alam, dapat menjadi pertimbangan bagi dokter untuk digunakan dalam usaha untuk pengobatan pasien berbasis Evidence Base Medicine," ujar dr Rimenda.
Sementara itu, Deputi bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dr Reri Indriani menyatakan, pihaknya terus mendukung uji klinis bahan alam Indonesia yang terbukti secara empiris untuk menjadi OMAI. Dia sepakat bahwa produk obat modern asli Indonesia harus didukung pemanfaatannya sehingga BPOM berkomitmen mendukung hilirisasi obat bahan alam.
Pengurus Perkumpulan Dokter Herbal Medik Indonesia (PDHMI) dr Rimenda Sitepu meyakinkan, OMAI dapat menjadi substitusi penanganan penyakit. Menurutnya, pengembangan obat bahan alam menjadi obat herbal terstandar (OHT) maupun fitofarmaka erupakan upaya pembuktian ilmiah.
Baca juga: Hadapi Covid-19, Produk Jamu dan OHT Didukung Jadi Fitofarmaka
"Obat Modern Asli Indonesia dapat digunakan sebagai substitusi atau komplementer dalam penanganan atau terapi pada kondisi suatu penyakit, diperlukan banyak penelitian obat bahan alam, dapat menjadi pertimbangan bagi dokter untuk digunakan dalam usaha untuk pengobatan pasien berbasis Evidence Base Medicine," ujar dr Rimenda.
Sementara itu, Deputi bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dr Reri Indriani menyatakan, pihaknya terus mendukung uji klinis bahan alam Indonesia yang terbukti secara empiris untuk menjadi OMAI. Dia sepakat bahwa produk obat modern asli Indonesia harus didukung pemanfaatannya sehingga BPOM berkomitmen mendukung hilirisasi obat bahan alam.
(ynt)
Lihat Juga :