Fundamental Kuat di Tengah Krisis, BRI Bagikan Dividen Rp12,1 Triliun
Kamis, 25 Maret 2021 - 18:14 WIB
loading...
A
A
A
RUPST juga memberikan wewenang dan kuasa kepada Pemegang Saham Seri A Dwiwarna untuk menetapkan bagi anggota Dewan Komisaris berupa besarnya tantiem (bagian keuntungan perusahaan yang dihadiahkan kepada karyawan) untuk Tahun Buku 2020; dan gaji/honorarium, tunjangan, fasilitas dan insentif lainnya untuk Tahun Buku 2021.
Selain itu RUPST memberikan wewenang dan kuasa kepada Dewan Komisaris dengan terlebih dahulu mendapatkan persetujuan tertulis dari Pemegang Saham Seri A Dwiwarna untuk menetapkan bagi anggota Direksi berupa besarnya tantiem untuk Tahun Buku 2020; dan gaji/honorarium, tunjangan, fasilitas dan insentif lainnya untuk Tahun Buku 2021.
Sebagai agenda terakhir, RUPST juga menunjuk Purwantono, Sungkoro & Surja (a member Firm of Ernst & Young Global Limited) sebagai Kantor Akuntan Publik yang akan mengaudit Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Laporan Keuangan Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan Tahun Buku 2021.
Kinerja BRI Sepanjang 2020
Secara umum kinerja keuangan konsolidasian Perseroan secara konsisten tumbuh di atas industri perbankan nasional sebagaimana tercermin dalam Laporan Keuangan Perseroan tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020, sebagai berikut: 1. Total Aset mencapai Rp1.511,8 triliun atau tumbuh 6,7 persen year-on-year (yoy); 2. Pertumbuhan Kredit mencapai 3,9 persen(yoy) atau menjadi Rp938,4 triliun dengan komposisi Kredit segmen UMKM mencapai 82,1 persen. Sementara itu NPL Gross BRI tercatat 2,99 persen. NPL yang terjaga merupakan bentuk keberhasilan Perseroan dalam pengelolaan Aset yang baik pada kondisi krisis; 3. Dana Pihak Ketiga berhasil tumbuh 9,8% pada Tahun 2020 menjadi Rp1.121,1 triliun dengan Rasio CASA sebesar 59,7 persen.
Perseroan juga mampu membukukan Laba Bersih sebesar Rp18,66 triliun Periode krisis kali ini semakin membuktikan konsistensi Perseroan dalam menyelamatkan UMKM, sehingga mampu 'Mengubah Kesulitan menjadi Ketangguhan”. Beberapa strategi yang diimplementasikan Perseroan antara lain: penyelamatan UMKM melalui program restrukturisasi Kredit dan 'Business Follow Stimulus' untuk menumbuhkan bisnis dan loan demand dengan menjadi mitra pemerintah pada program PEN.
Selain itu RUPST memberikan wewenang dan kuasa kepada Dewan Komisaris dengan terlebih dahulu mendapatkan persetujuan tertulis dari Pemegang Saham Seri A Dwiwarna untuk menetapkan bagi anggota Direksi berupa besarnya tantiem untuk Tahun Buku 2020; dan gaji/honorarium, tunjangan, fasilitas dan insentif lainnya untuk Tahun Buku 2021.
Sebagai agenda terakhir, RUPST juga menunjuk Purwantono, Sungkoro & Surja (a member Firm of Ernst & Young Global Limited) sebagai Kantor Akuntan Publik yang akan mengaudit Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Laporan Keuangan Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan Tahun Buku 2021.
Kinerja BRI Sepanjang 2020
Secara umum kinerja keuangan konsolidasian Perseroan secara konsisten tumbuh di atas industri perbankan nasional sebagaimana tercermin dalam Laporan Keuangan Perseroan tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020, sebagai berikut: 1. Total Aset mencapai Rp1.511,8 triliun atau tumbuh 6,7 persen year-on-year (yoy); 2. Pertumbuhan Kredit mencapai 3,9 persen(yoy) atau menjadi Rp938,4 triliun dengan komposisi Kredit segmen UMKM mencapai 82,1 persen. Sementara itu NPL Gross BRI tercatat 2,99 persen. NPL yang terjaga merupakan bentuk keberhasilan Perseroan dalam pengelolaan Aset yang baik pada kondisi krisis; 3. Dana Pihak Ketiga berhasil tumbuh 9,8% pada Tahun 2020 menjadi Rp1.121,1 triliun dengan Rasio CASA sebesar 59,7 persen.
Perseroan juga mampu membukukan Laba Bersih sebesar Rp18,66 triliun Periode krisis kali ini semakin membuktikan konsistensi Perseroan dalam menyelamatkan UMKM, sehingga mampu 'Mengubah Kesulitan menjadi Ketangguhan”. Beberapa strategi yang diimplementasikan Perseroan antara lain: penyelamatan UMKM melalui program restrukturisasi Kredit dan 'Business Follow Stimulus' untuk menumbuhkan bisnis dan loan demand dengan menjadi mitra pemerintah pada program PEN.
Lihat Juga :