Sempat Terkoreksi, Saham BEBS Bangkit ke Level Rp600
Jum'at, 26 Maret 2021 - 00:16 WIB
loading...
A
A
A
"Sebagai pemain baru BEBS terus membangun kepercayaan para investor di bursa saham. Salah satunya adalah dengan menggenjot produktifitas dengan pengadaan investasi fasilitas produksi dan suplai bahan baku," kata Hasan Muldhani, Direktur Utama Berkah Beton Sadaya, dalam keterangannya, Kamis (25/3/2021).
Baru-baru ini BBS juga telah melakukan aksi konsolidasi rekanan dengan menandatangani kontrak suplai batu dan pasir senilai Rp416 miliar. Kontrak kerja sama melibatkan rekanan dua perusahaan, yakni PT Sinar Pasogit Quarry (SPQ) dan PT Rimba Jaya Semesta (RJS).
Penandatanganan kontrak dilakukan oleh masing-masing direktur dan GM perusahaan pada hari Jumat 19 Maret 2021 di Subang Jawa Barat. Penandatanganan kontrak pertama antara Berkah Beton Sadaya dengan SPQ meliputi kewajiban rekanan untuk mensuplai pasir cor sebanyak 1.800.000m3 senilai Rp306 miliar selama kurun lima tahun ke depan. ( Baca juga:Komentari Xinjiang, Nike Hadapi Badai Kritik di Media Sosial China )
Sementara penandatanganan kontrak kedua dengan PT Rimba Jaya Semesta menyangkut suplai batu split sebesar 1.000.000m3 senilai Rp110 miliar untuk kurun waktu yang sama.
Sebagaimana diketahui BBS telah memutuskan untuk go public. Emiten yang bergerak di bidang industri, konstruksi, perdagangan besar dan penggalian tersebut sudah masuk Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode saham BEBS. Pertanggal 25 Februari 2021 kemarin, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah resmi menerbitkan satu Keputusan Dewan Komisioner terkait dengan penetapan efek Syariah nomor KEP-08/D.04/2021.
Baru-baru ini BBS juga telah melakukan aksi konsolidasi rekanan dengan menandatangani kontrak suplai batu dan pasir senilai Rp416 miliar. Kontrak kerja sama melibatkan rekanan dua perusahaan, yakni PT Sinar Pasogit Quarry (SPQ) dan PT Rimba Jaya Semesta (RJS).
Penandatanganan kontrak dilakukan oleh masing-masing direktur dan GM perusahaan pada hari Jumat 19 Maret 2021 di Subang Jawa Barat. Penandatanganan kontrak pertama antara Berkah Beton Sadaya dengan SPQ meliputi kewajiban rekanan untuk mensuplai pasir cor sebanyak 1.800.000m3 senilai Rp306 miliar selama kurun lima tahun ke depan. ( Baca juga:Komentari Xinjiang, Nike Hadapi Badai Kritik di Media Sosial China )
Sementara penandatanganan kontrak kedua dengan PT Rimba Jaya Semesta menyangkut suplai batu split sebesar 1.000.000m3 senilai Rp110 miliar untuk kurun waktu yang sama.
Sebagaimana diketahui BBS telah memutuskan untuk go public. Emiten yang bergerak di bidang industri, konstruksi, perdagangan besar dan penggalian tersebut sudah masuk Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode saham BEBS. Pertanggal 25 Februari 2021 kemarin, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah resmi menerbitkan satu Keputusan Dewan Komisioner terkait dengan penetapan efek Syariah nomor KEP-08/D.04/2021.
(uka)
Lihat Juga :