Gede juga! Investasi Pabrik Baterai Kendaraan Listrik Capai Rp238 Triliun
Jum'at, 26 Maret 2021 - 18:15 WIB
loading...
A
A
A
"Tujuan utama supaya kekuatan di hulu-hilir bisa disatukan. Makanya keempat BUMN bentuk IBC yang masing masing bagian supply chain industry battery ini akan ada joint venture," tutur dia.
Sementara itu, ihwal kapasitas produksi, kata Pahala, Kementerian BUMN menargetkan kapasitas sebesar 140 giga watt hour (GWh) yang diproyeksikan bisa terealisasi pada 2030 mendatang. ( Baca juga: Disanksi China, Inggris Minta Akses ke Xinjiang )
"Dari 140 GW hour di 2030 nanti. 50 GW hour dari produksi baterai ini mungkin akan kami ekspor, sisanya bisa digunakan industri batre yang akan produksi electric vehicle yang ada di Indonesia. Besar sekali, 10 juta, yang roda empat itu di atas 2 juta di 2030," katanya.
Sementara itu, ihwal kapasitas produksi, kata Pahala, Kementerian BUMN menargetkan kapasitas sebesar 140 giga watt hour (GWh) yang diproyeksikan bisa terealisasi pada 2030 mendatang. ( Baca juga: Disanksi China, Inggris Minta Akses ke Xinjiang )
"Dari 140 GW hour di 2030 nanti. 50 GW hour dari produksi baterai ini mungkin akan kami ekspor, sisanya bisa digunakan industri batre yang akan produksi electric vehicle yang ada di Indonesia. Besar sekali, 10 juta, yang roda empat itu di atas 2 juta di 2030," katanya.
(uka)
Lihat Juga :