Bukan Perkara Impor, Ini Biang Persoalan Beras Menurut AEPI
Minggu, 28 Maret 2021 - 12:00 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Rencana pemerintah impor beras dalam jumlah cukup besar, yakni 1 juta ton, mengundang polemik. Belakangan, presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan bahwa tidak akan ada beras impor yang masuk pada semester I/2020 ini.
Sebelumnya, Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi menilai impor beras diperlukan karena ada kekhawatiran hasil panen raya tidak sesuai dengan target. Di lain pihak, Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso (Buwas) menyatakan bahwa stok beras aman di gudangnya.
Pengamat Pertanian dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) Khudori menilai polemik impor beras selalu berulang. Bahkan, tak ada yang bisa menjamin kejadian ini tidak terulang lagi di tahun depan.
Baca juga: Pastikan Tak Ada Impor hingga Juni, Jokowi Janji Serap Beras Petani
"Sebetulnya impor atau tidak impor, menyerap produk petani domestik atau tidak, itu hanya sebagian kecil dari persoalan beras. Karena masalah beras sampai hari ini yang tidak disentuh pemerintah adalah kebijakannya tidak terintegrasi, terputus di sana sini," ujarnya ketika dihubungi MNC Portal Indonesia, Minggu (28/3/2021).
Sebelumnya, Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi menilai impor beras diperlukan karena ada kekhawatiran hasil panen raya tidak sesuai dengan target. Di lain pihak, Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso (Buwas) menyatakan bahwa stok beras aman di gudangnya.
Pengamat Pertanian dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) Khudori menilai polemik impor beras selalu berulang. Bahkan, tak ada yang bisa menjamin kejadian ini tidak terulang lagi di tahun depan.
Baca juga: Pastikan Tak Ada Impor hingga Juni, Jokowi Janji Serap Beras Petani
"Sebetulnya impor atau tidak impor, menyerap produk petani domestik atau tidak, itu hanya sebagian kecil dari persoalan beras. Karena masalah beras sampai hari ini yang tidak disentuh pemerintah adalah kebijakannya tidak terintegrasi, terputus di sana sini," ujarnya ketika dihubungi MNC Portal Indonesia, Minggu (28/3/2021).
Lihat Juga :