Data BPS Bongkar Impor Beras, Buwas Kasih Penjelasan Ini: Bukan Bulog Tapi Swasta

Senin, 29 Maret 2021 - 16:01 WIB
loading...
Data BPS Bongkar Impor...
Direktur Utama Bulog, Budi Waseso menyebut, beras khusus tersebut tidak diimpor pemerintah, namun, dilakukan oleh perusahaan swasta. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Perum Bulog mengklarifikasi impor beras yang masuk ke Indonesia sejak 2020 lalu. Keberadaan beras produksi perusahaan asing itu disebut sebagai beras khusus.

Direktur Utama Bulog, Budi Waseso menyebut, beras khusus tersebut tidak diimpor pemerintah, namun, dilakukan oleh perusahaan swasta. Dimana beras itu diperuntuhkan bagi kepentingan atau kebutuhan bisnis swasta.

"Memang Bulog selama tiga tahuh ini tidak pernah impor, toh kalau memang ada evaluasi dari data BPS, kalau ada beras masuk, itu adalah beras khusus. Untuk rekan-rekan pahami, beras khusus ini ada untuk kebutuhan khusus di antaranya praja monica, itu hanya untuk kepentingan khusus, untuk kebutuhan restoran yang bersifat khusus, jadi bukan Bulog yang impor, tapi itu swasta," ujar Buwas, sapaan akrab Budi Waseso dalam konferensi pers virtual, Senin (29/3/2021).

Baca Juga: Soal Stok Beras, Buwas: Kami Punya Kewajiban Menyerap Hasil Panen Petani

Baru-baru ini, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis adanya impor beras sebanyak 356.286 ton. Impor tersebut dilakukan sejak Januari-Desember 2020. Dari data tersebut, impor paling banyak berasal dari Pakistan yakni sebesar 110.516 ton atau senilai USD41,51 juta.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Serap Beras Petani,...
Serap Beras Petani, Kapasitas Gudang Bulog Ditambah hingga 7 Juta Ton
Bantuan Pangan Mulai...
Bantuan Pangan Mulai Disalurkan ke 33 Juta Penerima! Beras 10 Kg, Minyak Goreng 2 Liter
Stok Beras dan Minyak...
Stok Beras dan Minyak Goreng Dijamin Aman Sampai Akhir Tahun 2026
Dirut Bulog Sidak Keliling...
Dirut Bulog Sidak Keliling di Semarang, Pastikan Harga dan Pasokan Pangan Aman
Bagian dari Negosiasi...
Bagian dari Negosiasi Tarif Trump, Indonesia Bakal Impor Beras AS 1.000 Ton
Bulog Pasok Kebutuhan...
Bulog Pasok Kebutuhan Beras 215.000 Jamaah Haji Indonesia 2026
Mengapa Harga Beras...
Mengapa Harga Beras Terus Merangkak Naik?
Tahu-Tempe dan Impor...
Tahu-Tempe dan Impor Kedelai yang Mematikan
Kolaborasi Bulog Cirebon...
Kolaborasi Bulog Cirebon dan Pemda Jaga Inflasi di Tengah Ketidakpastian Global
Rekomendasi
BMKG: Waspada Gelombang...
BMKG: Waspada Gelombang Tinggi 4 Meter hingga 2 Juli 2026
Ditipu Teman Sendiri,...
Ditipu Teman Sendiri, Tantri Kotak Ungkap Tabungan Pendidikan Anak Ikut Raib
Truk Tabrak Motor di...
Truk Tabrak Motor di Bekasi Timur: 1 Orang Tewas, 5 Luka-luka
Berita Terkini
Demi Jaga Pasokan Listrik,...
Demi Jaga Pasokan Listrik, Kebijakan DMO dan RKAB Perlu Dievaluasi
Indonesia Bakal Ciptakan...
Indonesia Bakal Ciptakan BBM Baru E20, Butuh 4 Juta KL Etanol per Tahun
Harga Gas Penting, tapi...
Harga Gas Penting, tapi Bukan Penyebab Tunggal Industri Lesu dan PHK
Harga Emas Antam Turun...
Harga Emas Antam Turun Rp15.000 Jadi Rp2,64 Juta per Gram, Ini Rinciannya
IHSG Dibuka Menguat...
IHSG Dibuka Menguat 0,61% ke Level 5.932
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Balas Serangan, Harga Minyak Langsung Mendidih
Infografis
Ini Penjelasan Mengapa...
Ini Penjelasan Mengapa Hajar Aswad di Kakbah Berwarna Hitam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved