Gak Tanggung-Tanggung, KKP Pasang Target PNBP Rp12 Triliun
Senin, 29 Maret 2021 - 16:23 WIB
loading...
Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus memperkuat fungsi syahbandar di pelabuhan perikanan. Tak hanya untuk menjaga keselamatan pelayaran, peran syahbandar di pelabuhan perikanan juga didorong untuk mendukung peningkatan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) perikanan tangkap.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, akan meningkatkan target PNBP perikanan tangkap menjadi Rp12 triliun dengan mekanisme pasca-produksi. Untuk itu dia meminta agar syahbandar di pelabuhan perikanan sebagai pasukan terdepan dapat membantu terwujudnya hal tersebut. ( Baca juga: Orang Terkaya Ceko Petr Kellner Tewas Kecelakaan Helikopter, Hartanya Rp252,7 Triliun )
"Saat ini masih dilaksanakan mekanisme pra produksi. Kita akan kaji agar tahun depan pemungutan PNBP secara penuh dilaksanakan menggunakan mekanisme pasca-produksi," ujar Menteri Trenggono dalam keterangan tertulisnya, Senin, (28/3/2020).
Dia menjelaskan, peningkatan PNBP ini berkontribusi dalam kesejahteraan nelayan. Dengan jangkauan yang jauh lebih luas dan besar, pemerintah akan semakin cepat mengakselerasi pembangunan pelabuhan perikanan di berbagai lokasi secara bersamaan, bahkan pengembangan kampung nelayan maju.
"Sebelumnya capaian PNBP KKP sebesar Rp600 miliar, bila dibandingkan dengan nilai produksi perikanan yang mencapai Rp220 triliun ini tidak ada apa-apanya. Maka perlu diubah menjadi pasca-produksi agar pungutannya lebih riil, apa yang diambil dari laut itu yang dibayarkan PNBPnya," ungkap dia.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, akan meningkatkan target PNBP perikanan tangkap menjadi Rp12 triliun dengan mekanisme pasca-produksi. Untuk itu dia meminta agar syahbandar di pelabuhan perikanan sebagai pasukan terdepan dapat membantu terwujudnya hal tersebut. ( Baca juga: Orang Terkaya Ceko Petr Kellner Tewas Kecelakaan Helikopter, Hartanya Rp252,7 Triliun )
"Saat ini masih dilaksanakan mekanisme pra produksi. Kita akan kaji agar tahun depan pemungutan PNBP secara penuh dilaksanakan menggunakan mekanisme pasca-produksi," ujar Menteri Trenggono dalam keterangan tertulisnya, Senin, (28/3/2020).
Dia menjelaskan, peningkatan PNBP ini berkontribusi dalam kesejahteraan nelayan. Dengan jangkauan yang jauh lebih luas dan besar, pemerintah akan semakin cepat mengakselerasi pembangunan pelabuhan perikanan di berbagai lokasi secara bersamaan, bahkan pengembangan kampung nelayan maju.
"Sebelumnya capaian PNBP KKP sebesar Rp600 miliar, bila dibandingkan dengan nilai produksi perikanan yang mencapai Rp220 triliun ini tidak ada apa-apanya. Maka perlu diubah menjadi pasca-produksi agar pungutannya lebih riil, apa yang diambil dari laut itu yang dibayarkan PNBPnya," ungkap dia.
Lihat Juga :