Pelaku Usaha Keluhkan Pasokan Udang Minim, Ini Kata Menteri Trenggono
Selasa, 30 Maret 2021 - 20:06 WIB
loading...
Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono menerima keluhan dan kendala dari pelaku usaha terkait minimnya pasokan udang di pasaran. Foto/Dok
A
A
A
BEKASI - Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono mengunjungi sejumlah unit pengolahan ikan (UPI) yang ada di kawasan Tangerang, Banten dan Bekasi, Jawa Barat. Kunjungan tersebut untuk menjaring masukan pelaku usaha yang sekaligus menjadi bahan pertimbangan dalam menyusun kebijakan industri perikanan dari hulu hingga hilir.
Salah satu kendala yang disampaikan pelaku usaha adalah minimnya pasokan udang di pasaran. Menyikapi itu, Menteri Trenggono menyarankan agar pelaku usaha memiliki tambak binaan. Dengan begitu, pasokan bahan baku menjadi lebih terjamin dan pembudidaya juga punya kepastian produknya terserap. Harga udang juga menjadi lebih stabil.
Baca Juga: Izin Pengolahan Ikan Semakin Mudah dan Terintegerasi
Udang merupakan komoditas perikanan yang tengah digenjot produksinya KKP untuk memenuhi pasar lokal juga ekspor, bersamaan dengan rumput laut dan lobster. Volume produksi udang tahun 2020 lebih dari 900 ribu ton (setara USD24 miliar) dan targetnya mencapai 2 juta ton pada 2024.
"Untuk mencapai target itu, sejumlah program telah disusun KKP. Diantaranya membangun shrimp estate di sejumlah daerah yang lahan dan kondisi alamnya mendukung, salah satunya Aceh Timur," ujar dia di Jakarta, Selasa (30/3/2021).
Shrimp estate ini diharapkan menjadi pelopor budidaya udang modern di Indonesia dengan hasil produksi yang melimpah dan berkualitas tinggi. Sebab ada campur tangan teknologi dan perencanaan bisnis yang matang dalam pelaksanaannya.
Dia menjelaskan, berkaca pada target komoditas udang yang ditetapkan tersebut, maka diperlukan konektivitas antara sektor hulu dan hilir untuk meningkatkan daya saing hasil perikanan di pasar luar negeri dan pasar dalam negeri. Kunjungan kerja ini juga untuk memastikan bisa terbangunnya konektivitas tersebut.
Salah satu kendala yang disampaikan pelaku usaha adalah minimnya pasokan udang di pasaran. Menyikapi itu, Menteri Trenggono menyarankan agar pelaku usaha memiliki tambak binaan. Dengan begitu, pasokan bahan baku menjadi lebih terjamin dan pembudidaya juga punya kepastian produknya terserap. Harga udang juga menjadi lebih stabil.
Baca Juga: Izin Pengolahan Ikan Semakin Mudah dan Terintegerasi
Udang merupakan komoditas perikanan yang tengah digenjot produksinya KKP untuk memenuhi pasar lokal juga ekspor, bersamaan dengan rumput laut dan lobster. Volume produksi udang tahun 2020 lebih dari 900 ribu ton (setara USD24 miliar) dan targetnya mencapai 2 juta ton pada 2024.
"Untuk mencapai target itu, sejumlah program telah disusun KKP. Diantaranya membangun shrimp estate di sejumlah daerah yang lahan dan kondisi alamnya mendukung, salah satunya Aceh Timur," ujar dia di Jakarta, Selasa (30/3/2021).
Shrimp estate ini diharapkan menjadi pelopor budidaya udang modern di Indonesia dengan hasil produksi yang melimpah dan berkualitas tinggi. Sebab ada campur tangan teknologi dan perencanaan bisnis yang matang dalam pelaksanaannya.
Dia menjelaskan, berkaca pada target komoditas udang yang ditetapkan tersebut, maka diperlukan konektivitas antara sektor hulu dan hilir untuk meningkatkan daya saing hasil perikanan di pasar luar negeri dan pasar dalam negeri. Kunjungan kerja ini juga untuk memastikan bisa terbangunnya konektivitas tersebut.
Lihat Juga :