Heboh Kenaikan Harga BBM di Sumut, Gubernur Salahkan Pertamina
Jum'at, 02 April 2021 - 10:55 WIB
loading...
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi. Foto/Dok. SINDOnews
A
A
A
MEDAN - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi menyalahkan PT Pertamina (Persero) atas kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi di provinsi tersebut. Padahal, Pertamina menaikkan harga BBM nonsubsidi karena mengikuti kenaikan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) yang diputuskan gubernur.
Namun, menurut Edy Rahmayadi, tidak tepat jika Pertamina menjadikan Pergub No 01 Tahun 2021 sebagai dasar menaikkan harga BBM nonsubsidi di Sumut. "Sudah pasti Pertamina salah, sudah pasti!" cetus Edy di Medan, Jumat (2/4/2021). Baca Juga: Harga Pertalite dan Pertamax Naik di Sumut, Pertamina: Kami Jalankan Keputusan Gubernur
Sebab, jelas Edy, untuk menaikkan harga BBM harus ada persetujuan DPR bersama pemerintah. "Tak bisa dan tak punya wewenang gubernur karena bersangkutan dengan moneter itu," tegasnya. "Mau beban mau tidak BBM tidak bisa dinaikkan. Salah itu, nanti kita tegur. Nanti akan saya tanyakan ke Pertamina," tambahnya.
Mantan Panglima Komando Strategi Angkatan Darat (Pangkostrad) itu pun meminta agar Pertamina mengevaluasi kebijakan menaikkan harga tersebut. "Pertamina harus mengevaluasi prosedur untuk menaikkan harga," tandasnya.
Sebelumnya, Pertamina menjelaskan bahwa kenaikan harga BBM nonsubsidi yang dilakukan merujuk pada nilai keekonomian masing-masing BBM atas komponen pembentuk harganya. Termasuk komponen retribusi dan pajak.
Namun, menurut Edy Rahmayadi, tidak tepat jika Pertamina menjadikan Pergub No 01 Tahun 2021 sebagai dasar menaikkan harga BBM nonsubsidi di Sumut. "Sudah pasti Pertamina salah, sudah pasti!" cetus Edy di Medan, Jumat (2/4/2021). Baca Juga: Harga Pertalite dan Pertamax Naik di Sumut, Pertamina: Kami Jalankan Keputusan Gubernur
Sebab, jelas Edy, untuk menaikkan harga BBM harus ada persetujuan DPR bersama pemerintah. "Tak bisa dan tak punya wewenang gubernur karena bersangkutan dengan moneter itu," tegasnya. "Mau beban mau tidak BBM tidak bisa dinaikkan. Salah itu, nanti kita tegur. Nanti akan saya tanyakan ke Pertamina," tambahnya.
Mantan Panglima Komando Strategi Angkatan Darat (Pangkostrad) itu pun meminta agar Pertamina mengevaluasi kebijakan menaikkan harga tersebut. "Pertamina harus mengevaluasi prosedur untuk menaikkan harga," tandasnya.
Sebelumnya, Pertamina menjelaskan bahwa kenaikan harga BBM nonsubsidi yang dilakukan merujuk pada nilai keekonomian masing-masing BBM atas komponen pembentuk harganya. Termasuk komponen retribusi dan pajak.
Lihat Juga :