Jokowi Minta Suku Bunga Kredit Bisa Bersaing di Kisaran 6%
Senin, 05 April 2021 - 14:05 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan arahan terkait suku bunga kredit. Menurut Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bahwa presiden ingin agar suku bunga tetap di kisaran 6%.
“Terkait tingkat suku bunga, bapak presiden minta agar suku bunganya bersaing di angka kisaran 6%,” katanya dalam konferensi pers di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (5/4/2021).
Baca juga: Mantap! Jokowi Minta Porsi Kredit UMKM Naik Jadi 30% di 2024
Airlangga mengatakan bahwa untuk itu perlu dibuatkan program. Namun, dalam hal ini dia mengatakan belum memutuskan program apa yang akan dibuat. “Apakah itu penjaminan melalui Askrindo, Jamkrindonya diperbesar. Apakah juga saat sekarang diberikan subsidi bunga KUR yang reguler, yang normal di luar dalam penanganan ekonomi nasional, di luar PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional). Itu besarnya setiap tahun biasanya sekitar Rp10 triliun,” ujarnya.
Sementara itu di dalam PEN, dia mengatakan akan melihat kembali apa saja yang akan diperlukan. Menurut dia, jika melalui PEN tentu akan ada tambahan anggaran yang dialokasikan.
Baca juga: Penurunan Kasus Covid-19 Bikin Airlangga Pede, Ekonomi Disebut Bisa Tumbuh 5,6%
“Seperti misalnya KUR untuk 3% sampai 6 bulan dan kredit UMKM dengan subsidi juga sampai bulan Juni. Itu dana yang dipersiapkan sekitar Rp7 triliun. Sehingga tentu ada perubahan-perubahan penambahan yang perlu nanti dibahas lagi secara internal,” pungkasnya.
“Terkait tingkat suku bunga, bapak presiden minta agar suku bunganya bersaing di angka kisaran 6%,” katanya dalam konferensi pers di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (5/4/2021).
Baca juga: Mantap! Jokowi Minta Porsi Kredit UMKM Naik Jadi 30% di 2024
Airlangga mengatakan bahwa untuk itu perlu dibuatkan program. Namun, dalam hal ini dia mengatakan belum memutuskan program apa yang akan dibuat. “Apakah itu penjaminan melalui Askrindo, Jamkrindonya diperbesar. Apakah juga saat sekarang diberikan subsidi bunga KUR yang reguler, yang normal di luar dalam penanganan ekonomi nasional, di luar PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional). Itu besarnya setiap tahun biasanya sekitar Rp10 triliun,” ujarnya.
Sementara itu di dalam PEN, dia mengatakan akan melihat kembali apa saja yang akan diperlukan. Menurut dia, jika melalui PEN tentu akan ada tambahan anggaran yang dialokasikan.
Baca juga: Penurunan Kasus Covid-19 Bikin Airlangga Pede, Ekonomi Disebut Bisa Tumbuh 5,6%
“Seperti misalnya KUR untuk 3% sampai 6 bulan dan kredit UMKM dengan subsidi juga sampai bulan Juni. Itu dana yang dipersiapkan sekitar Rp7 triliun. Sehingga tentu ada perubahan-perubahan penambahan yang perlu nanti dibahas lagi secara internal,” pungkasnya.
(ind)
Lihat Juga :