Uang Kartal Belum Hilang Ditelan Transaksi Non-Tunai

Senin, 05 April 2021 - 18:41 WIB
loading...
Uang Kartal Belum Hilang...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Perkembangan instrumen pembayaran non-tunai semakin tinggi. Kendati demikian, Bank Indonesia (BI) memastikan penggunaan uang kartal tidak akan dieliminasi.

"Perkembangan instrumen pembayaran non-tunai dan ekonomi digital tidak serta merta mengeliminasi pembayaran tunai," ujar Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti dalam video virtual, Senin (5/4/2021). ( Baca juga:Survive Hadapi Pandemi, Bank Indonesia Dorong UMKM Lokal Naik Kelas )

Kata dia, kebutuhan uang tunai masih tinggi ditengah pesatnya industri keuangan non-tunai. Pertumbuhan uang kartal bisa mencapai 7,4% selama sepuluh tahun. Apalagi, penggunaan pembayaran tunai masih digunakan di beberapa negara maju lainnya.

Menurut Destry, pertumbuhan uang kartal sangat simetris. Dari hasil survei, beberapa negara maju seperti Jepang, Kanada, Australia, Amerika dan negara Uni Eropa masih menggunakan uang kartal sebagai alat pembayaran.

"Permintaan uang kartal masih ada walaupun digitiliasi keuangan sudah cukup pesat," katanya.

Dia menambahkan pencentakan uang kartal masih terus dilakukan. BI sendiri dalam mencetak uang kartal menghitung kebutuhan masyarakat secara nasional. Serta melihat pergerakan nilai tukar rupiah dalam mengedarkan uang kartal. ( Baca juga:Tips Agar Semangat di Bulan Ramadhan, Berikut Pesan Syekh Fikri Thoriq )

"Pencetakan uang itu dilakukan BI dengan menghitung proyeksi kebutuhan nasional dan mengikuti tren dari non-tunai. Kita sinergi kan juga makro dengan Kementerian Keuangan sebagai otoritas fiskal dan kita juga melihat nilai tukar rupiah dari permintaan uang kartal," tandasnya.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Uang Beredar di Mei...
Uang Beredar di Mei 2026 Capai Rp10.415,9 Triliun, BI: Tumbuh 10,8 Persen
BI Rate Diprediksi Naik...
BI Rate Diprediksi Naik sampai 6%, Waspadai Risiko Kredit dan Daya Beli
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
Pembelian Dolar AS Diperketat,...
Pembelian Dolar AS Diperketat, BI Batasi Transaksi USD10 Ribu Mulai Juli 2026
BI Tancap Gas, Suku...
BI Tancap Gas, Suku Bunga Acuan Kembali Naik 25 Bps ke Level 5,75%
Strategi Moneter Dikritik...
Strategi Moneter Dikritik Banggar DPR, Begini Penjelasan BI Soal Menjaga Rupiah
Uang Ratusan Juta Disita...
Uang Ratusan Juta Disita KPK dari OTT Bupati Langkat Syah Afandin
Kemenag-BI Dorong Rohis...
Kemenag-BI Dorong Rohis Jadi Penggerak Literasi Syariah di Ruang Digital
Bea Cukai Soetta Gagalkan...
Bea Cukai Soetta Gagalkan Masuknya Uang Asing Senilai Rp6,3 Miliar Tanpa Izin
Rekomendasi
Kilang Minyak dan Pangkalan...
Kilang Minyak dan Pangkalan Kapal Perang di St Petersburg Dihujani Drone Ukraina
Goyang Dominasi AS dan...
Goyang Dominasi AS dan Sekutunya di Asia, China dan Rusia Gelar Latihan Perang
Brough Superior Dagger...
Brough Superior Dagger S, Rolls-Royce Roda Dua Supermewah
Berita Terkini
Kemenkeu Bidik Raup...
Kemenkeu Bidik Raup Rp32 Triliun lewat Lelang Surat Utang Negara
Lanjutkan Tren Swasembada...
Lanjutkan Tren Swasembada Pangan RI, Mentan: Sudah 8 Komoditas, Tinggal Tiga Belum
Sektor Industri Bermasalah,...
Sektor Industri Bermasalah, RI Rawan Disalip Vietnam Jadi Negara Berpenghasilan Tinggi
Pakar Ungkap Kalkulasi...
Pakar Ungkap Kalkulasi Soal Alasan Harga Pertamax Belum Turun
Peneliti: Manfaat Ekonomi...
Peneliti: Manfaat Ekonomi Digital Lebih Banyak Dinikmati sebagai Konsumsi
Dulu Rakyatnya Ngungsi...
Dulu Rakyatnya Ngungsi ke RI, Kini Vietnam Naik Kelas Lampaui Indonesia
Infografis
Judi Politik Elon Musk:...
Judi Politik Elon Musk: Tesla Bakar Uang Rp1.100 Triliun Usai Umumkan Partai Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved