Bahlil Cerita Masa Kecil untuk Dorong Mahasiswa di Kampungnya Jadi Pengusaha
Selasa, 06 April 2021 - 17:52 WIB
loading...
A
A
A
Lebih lanjut, Bahlil menjelaskan bahwa menjadi pengusaha bukan merupakan tujuan yang susah. Yang perlu dilakukan adalah fokus, kerja keras, dan membuat jaringan seluas-luasnya. ( Baca juga:Adu Muka Bus Mira dengan Sumber Selamat di Ngawi, Enam Orang Luka Berat )
“Yang dibutuhkan untuk modal sekarang bukan uang tapi cara berpikir. Bangun ide dan gagasan, bangun jaringan, cari investor, klop. Seorang mahasiswa yang hebat itu mampu mengajak orang lain untuk mengikuti pemikirannya. Itu baru top. Saya mempunyai harapan besar kepada adik-adik semua untuk bisa bangkit, berdiri tegak bersama seluruh generasi muda yang ada di bangsa ini. Kalian tidak boleh minder. Banda jauh sebelumnya telah melahirkan orang-orang hebat dan memproses menjadi pendiri bangsa,” tegas Bahlil.
Banda Neira atau Banda Naira adalah salah satu pulau di Kepulauan Banda, Maluku Tengah, Maluku. Banda Neira pernah menjadi pusat perdagangan pala dan fuli (bunga pala) dunia, karena Banda adalah satu-satunya sumber rempah-rempah yang bernilai tinggi.
Banda Neira erat kaitannya dengan pertukaran Pulau Run dengan Nieuw Amsterdam (Manhattan, sebuah pulau yang kini adalah bagian dari New York) yang tertuang dalam Treaty of Breda antara Inggris dengan Belanda.
Pulau ini juga terkenal sebagai tempat pembuangan tahanan politik pada masa Pemerintahan Kolonial Hindia Belanda. Beberapa tokoh perjuangan nasional yang pernah merasakan tinggal di pulau ini di antaranya Mohammad Hatta, Sutan Sjahrir, dan Cipto Mangunkusumo.
“Yang dibutuhkan untuk modal sekarang bukan uang tapi cara berpikir. Bangun ide dan gagasan, bangun jaringan, cari investor, klop. Seorang mahasiswa yang hebat itu mampu mengajak orang lain untuk mengikuti pemikirannya. Itu baru top. Saya mempunyai harapan besar kepada adik-adik semua untuk bisa bangkit, berdiri tegak bersama seluruh generasi muda yang ada di bangsa ini. Kalian tidak boleh minder. Banda jauh sebelumnya telah melahirkan orang-orang hebat dan memproses menjadi pendiri bangsa,” tegas Bahlil.
Banda Neira atau Banda Naira adalah salah satu pulau di Kepulauan Banda, Maluku Tengah, Maluku. Banda Neira pernah menjadi pusat perdagangan pala dan fuli (bunga pala) dunia, karena Banda adalah satu-satunya sumber rempah-rempah yang bernilai tinggi.
Banda Neira erat kaitannya dengan pertukaran Pulau Run dengan Nieuw Amsterdam (Manhattan, sebuah pulau yang kini adalah bagian dari New York) yang tertuang dalam Treaty of Breda antara Inggris dengan Belanda.
Pulau ini juga terkenal sebagai tempat pembuangan tahanan politik pada masa Pemerintahan Kolonial Hindia Belanda. Beberapa tokoh perjuangan nasional yang pernah merasakan tinggal di pulau ini di antaranya Mohammad Hatta, Sutan Sjahrir, dan Cipto Mangunkusumo.
(uka)
Lihat Juga :