Kunci Produktivitas Pertanian, Penyuluh Swadaya di Simalungun Dibekali Pelatihan IPDMIP
Kamis, 08 April 2021 - 15:08 WIB
loading...
Untuk memaksimalkan program IPDMIP, para penyuluh swadaya di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, mengikuti pelatihan IPDMIP. Foto/Dok
A
A
A
SIMALUNGUN - Untuk memaksimalkan program IPDMIP, para penyuluh swadaya di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, mengikuti pelatihan IPDMIP. Dengan cara ini, diharapkan kebutuhan penyuluh bisa terpenuhi.
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo, mengatakan kebutuhan penyuluh sangat penting. "Penyuluh adalah garda terdepan dalam pertanian. Penyuluh adalah orang yang selalu mendampingi petani dalam beraktivitas," katanya.
Baca Juga: Kinerja Penyuluh Pertanian Harus Sepadan dengan Statusnya
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSMDP) Kementan, Dedi Nursyamsi, mengutarakan hal serupa. "Peningkatan kualitas SDM pertanian sangat penting. Karena, SDM adalah faktor utama dalam peningkatan produktivitas , SDM itu baik petani, penyuluh,petani milenial, poktan, maupun gapoktan," katanya.
Dijelaskan Dedi Nursyamsi, keberadaan PenyuluhPertanian saat ini masih dirasakan kurang untuk memberikan pelayanan penyuluhan yang optimal bagi petani. "Apabilahanya mengandalkan sepenuhnya pada Penyuluh Pertanian Lapangan yang ada (Penyuluh Pertanian PNS dan Tenaga Harian LepasāTenaga Bantu Penyuluh Pertanian/THLTBPP yang telah direkrut oleh Pemerintah), jelas tidak mencukupi," katanya.
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo, mengatakan kebutuhan penyuluh sangat penting. "Penyuluh adalah garda terdepan dalam pertanian. Penyuluh adalah orang yang selalu mendampingi petani dalam beraktivitas," katanya.
Baca Juga: Kinerja Penyuluh Pertanian Harus Sepadan dengan Statusnya
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSMDP) Kementan, Dedi Nursyamsi, mengutarakan hal serupa. "Peningkatan kualitas SDM pertanian sangat penting. Karena, SDM adalah faktor utama dalam peningkatan produktivitas , SDM itu baik petani, penyuluh,petani milenial, poktan, maupun gapoktan," katanya.
Dijelaskan Dedi Nursyamsi, keberadaan PenyuluhPertanian saat ini masih dirasakan kurang untuk memberikan pelayanan penyuluhan yang optimal bagi petani. "Apabilahanya mengandalkan sepenuhnya pada Penyuluh Pertanian Lapangan yang ada (Penyuluh Pertanian PNS dan Tenaga Harian LepasāTenaga Bantu Penyuluh Pertanian/THLTBPP yang telah direkrut oleh Pemerintah), jelas tidak mencukupi," katanya.
Lihat Juga :