Kementan Dukung Milenial Bangun Pertanian Berkelanjutan
Jum'at, 09 April 2021 - 03:05 WIB
loading...
A
A
A
Peran Kementan dalam hal ini, kata Siti Munifah, memberikan penyuluhan, pelatihan dan pendidikan kepada generasi muda di perdesaan. Mereka diberikan keterampilan dan wawasan agar bisa terlibat dalam pertanian ramah lingkungan. Peran Kementan lainnya, yakni menarik pemuda agar tertarik bekerja di bidang pertanian.
Dalam kesempatan tersebut, Siti Munifah menegaskan komitmen Indonesia untuk terus berproduksi guna memenuhi kebutuhan pangan 270 juta jiwa. Selain itu juga berkomitmen meningkatkan kesejahteraan petani dan meningkatkan ekspor komoditas pertanian.
“Kementan juga berkomitmen mempersiapkan SDM pertanian yang berjiwa wirausaha melalui penciptaan 2,5 juta wirausaha pertanian milenial hingga 2024,” kata Siti Munifah.
Topik bahasan tersebut mengemuka pada Lokakarya (Workshop) yang diinisiasi Kementan khususnya Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian bersama organisasi regional, Asian Productivity Organization (APO) yang berkedudukan di Tokyo, Jepang.
Dalam kesempatan terpisah, Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi mengatakan kegiatan Workshop APO ini bertujuan mempelajari serta meninjau inisiatif dan skema kebijakan. Selain itu juga untuk menarik generasi muda ke perdesaan dan bekerja di sektor pertanian.
“Melalui workshop, kita identifikasi dan promosikan praktik-praktik terbaik yang mendukung ketertarikan generasi muda ke pertanian, dan mendiskusikan peluang dan tantangan dalam mempromosikan keterlibatan pemuda di sektor pertanian,” kata Dedi Nursyamsi.
Dalam kesempatan tersebut, Siti Munifah menegaskan komitmen Indonesia untuk terus berproduksi guna memenuhi kebutuhan pangan 270 juta jiwa. Selain itu juga berkomitmen meningkatkan kesejahteraan petani dan meningkatkan ekspor komoditas pertanian.
“Kementan juga berkomitmen mempersiapkan SDM pertanian yang berjiwa wirausaha melalui penciptaan 2,5 juta wirausaha pertanian milenial hingga 2024,” kata Siti Munifah.
Topik bahasan tersebut mengemuka pada Lokakarya (Workshop) yang diinisiasi Kementan khususnya Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian bersama organisasi regional, Asian Productivity Organization (APO) yang berkedudukan di Tokyo, Jepang.
Dalam kesempatan terpisah, Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi mengatakan kegiatan Workshop APO ini bertujuan mempelajari serta meninjau inisiatif dan skema kebijakan. Selain itu juga untuk menarik generasi muda ke perdesaan dan bekerja di sektor pertanian.
“Melalui workshop, kita identifikasi dan promosikan praktik-praktik terbaik yang mendukung ketertarikan generasi muda ke pertanian, dan mendiskusikan peluang dan tantangan dalam mempromosikan keterlibatan pemuda di sektor pertanian,” kata Dedi Nursyamsi.
Lihat Juga :