2021 Bisa Jadi Momen Tepat Kembali Berinvestasi di Reksa Dana Berbasis Saham

Jum'at, 09 April 2021 - 02:20 WIB
loading...
2021 Bisa Jadi Momen...
Bagi investor, tahun 2021 bisa jadi momen tepat untuk kembali berinvestasi di produk pasar modal dengan lebih aktif. Minat investasi Investor pada reksa dana berbasis saham khususnya ETF tercatat tumbuh double digit. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Bagi investor , tahun 2021 bisa jadi momen yang tepat untuk kembali berinvestasi di produk pasar modal dengan lebih aktif. Namun juga tetap terukur, setelah tahun 2020 investor cenderung memilih wait and see ataupun memilih investasi yang lebih low risk.

Hal ini didukung oleh pemulihan ekonomi seiring mulai berjalannya program vaksinasi, stabilitas nilai tukar rupiah, iklim suku bunga rendah, serta peningkatan nilai investasi di Indonesia atas dampaknya penerapan omnibus law.

Baca Juga: Suku Bunga Turun, Reksa Dana Jadi Pilihan Investasi Tepat

Pasar modal Indonesia khususnya pasar saham dipandang masih cukup menarik di tahun 2021. Setelah tahun 2020, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dapat ditutup melebihi ekspektasi konsensus di level 5.700-5.800 an, bukan tidak mungkin IHSG bergerak ke arah positif sesuai konsensus di level 6.800an di tahun 2021.

Beberapa sentimen yang telah disebutkan di atas berpotensi menjadi faktor yang baik untuk membawa IHSG tutup tahun dengan angka yang positif. Yang lebih menarik, minat investasi Investor pada reksa dana berbasis saham khususnya ETF tercatat tumbuh double digit selama tahun 2020.

“Beberapa sentimen positif mulai terlihat. Mestinya ini sinyal baik untuk investor mulai melakukan penempatan pada instrumen investasi berbasis saham seperti reksa dana indeks - ETF," ujar Direktur Utama PT Danareksa Investment Management (DIM), Marsangap P. Tamba melalui keterangan persnya.

Marsangap menambahkan, aksi pemerintah yang akan mewajibkan Kementrian/Lembaga (KL) dari pusat hingga daerah untuk membeli produk dalam negeri adalah salah satu contohnya. Demikian halnya dengan penyaluran dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang juga diharapkan akan menjadi penggerak ekonomi yang saat ini terdampak pandemi.

DIM, sebagai manajer investasi pertama yang menerbitkan reksa dana di industri pasar modal Indonesia, memiliki cakupan produk yang luas termasuk reksa dana indeks – ETF sebagai salah satu lini produk unggulan perusahaan. Per Desember 2020 lalu DIM menerbitkan produk reksa dana indeks – ETF ke-2 yakni Reksa Dana Danareksa ETF MSCI Indonesia ESG Screened yang berbasis saham-saham ESG.

DIM optimis Danareksa ETF MSCI Indonesia ESG Screened dapat menjadi salah satu pilihan investor pasar modal Indonesia. Produk ini berinvestasi dengan komposisi portofolio investasi minimum 80% (delapan puluh persen) dan maksimum 100% (seratus persen) dari Nilai Aktiva Bersih pada Efek bersifat ekuitas yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia serta terdaftar dalam Indeks MSCI Indonesia ESG Screened.

Pembentukan Danareksa ETF MSCI Indonesia ESG Screened tersebut merupakan, kolaborasi DIM dengan Deutsche Bank sebagai Bank Kustodian serta Mandiri Sekuritas sebagai Dealer Partisipan.

Dipilihnya MSCI Indonesia ESG Screened sebagai indeks acuan reksa dana indeks – ETF ini adalah karena indeks tersebut telah dikenal dan diterima oleh investor global, khususnya para investor yang tertarik berinvestasi pada perusahaan yang memiliki standar dalam praktik investasinya yang terdiri dari tiga konsep atau kriteria: Environmental (Lingkungan), Social (Sosial), dan Governance (Tata Kelola Perusahaan).

Baca Juga: Ti-ati Yak! Dua Produk Reksa Dana Ini Kena Suspen OJK

Indeks MSCI Indonesia ESG Screened berisikan 18 saham dari 7 sektor dengan metode penyaringan negatif yang mana faktor yang dikecualikan dari segi Environment adalah nuklir, batu bara dan oil sand, dari segi Social adalah tembakau dan senjata api, senjata nuklir maupun senjata konvensional dan terakhir dari segi Governance adalah perusahaan yang melanggar prinsip UN Global Compact.

Selama tahun 2013 sampai 2020 Indeks MSCI Indonesia MSCI ESG Screened menunjukkan kinerja yang kompetitif dengan mengungguli indeks dalam negeri seperti IHSG, LQ45 dan IDX30 sebanyak 6 kali dari 8 tahun terakhir.

Sebagai penutup, Marsangap menambahkan, dengan kolaborasi yang baik antara DIM dengan Deutsche Bank sebagai Bank Kustodian serta Mandiri Sekuritas sebagai Dealer Partisipan, juga seiring dengan makin meningkatkan minat investor berinvestasi pada saham-saham ESG, diyakini Reksa Dana Indeks – ETF Danareksa ETF MSCI Indonesia ESG Screened dapat menjadi salah satu pilihan utama bagi para investor.

"Karena selain memberikan potensi imbal hasil yang menarik dan konsisten dalam jangka panjang, investor juga dapat turut berpartisipasi dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup yang berkelanjutan," paparnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Status Pasar Modal RI...
Status Pasar Modal RI Tetap Emerging Market, Kekhawatiran Investor Hilang?
MNC Sekuritas Gelar...
MNC Sekuritas Gelar SPM Level 2 Bersama IBI Kesatuan Bogor: Mengenal Analisis Teknikal
MSCI Tahan Status Emerging...
MSCI Tahan Status Emerging Market Indonesia, OJK Pastikan Reformasi Pasar Modal Jalan Terus
Pasar Modal RI Terancam...
Pasar Modal RI Terancam Turun Kasta ke Frontier Market, MSCI Ultimatum hingga November 2026
MNC Sekuritas dan BRI...
MNC Sekuritas dan BRI Manajemen Investasi Ajak Investor Raih Reward Reksa Dana Total Rp2,5 Juta
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung Literasi Pasar Modal melalui Seminar Nasional 'Lo Kheng Hong Investment Philosophy'
Perkuat Literasi Keuangan...
Perkuat Literasi Keuangan untuk Guru dan Tenaga Pendidik, MNC Sekuritas Gelar Edukasi Pasar Modal di SMAN 46 Jakarta
Pertumbuhan 5,6%, tetapi...
Pertumbuhan 5,6%, tetapi Mengapa Investor Masih Gelisah?
Fenomena Rupiah Melemah...
Fenomena Rupiah Melemah dan Dilema Impossible Trinity: Membaca Kepanikan Investor di Tengah Ketidakpastian Global
Rekomendasi
Didakwa Terima Suap...
Didakwa Terima Suap Rp4,8 Miliar, Hery Susanto: Saya Tidak Terima Uang
Rekrutmen Penggerak...
Rekrutmen Penggerak HAM 2026 Resmi Diperpanjang, Daftar di Link Ini
Panglima TNI Lantik...
Panglima TNI Lantik 1.737 Perwira Baru di Akmil Magelang
Berita Terkini
Apindo: DSI Bisa Perkuat...
Apindo: DSI Bisa Perkuat Tata Kelola Ekspor Tanpa Menambah Beban Dunia Usaha
MNC Bank Jambi Serahkan...
MNC Bank Jambi Serahkan Hadiah Motor Program Tabungan Dahsyat
Bendungan Bulango Ulu...
Bendungan Bulango Ulu Garapan Brantas Abipraya Siap Dukung Ketahanan Pangan dan Air di Gorontalo
Prinsip Berkelanjutan,...
Prinsip Berkelanjutan, Jasa Marga Tingkatkan Pengelolaan Green Toll Road
Bahlil Blak-blakan Terkait...
Bahlil Blak-blakan Terkait Isu Naiknya Harga Gas Industri di Jawa
Bahlil Heran Pasokan...
Bahlil Heran Pasokan Batu Bara ke PLN Habis di Tengah Tahun, Pengusaha Dilarang Ekspor!
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved