Perusahaan Konstruksi Ini Resmi Melantai di Bursa, Harga Saham Rp125 per Lembar Saham
Jum'at, 09 April 2021 - 10:04 WIB
loading...
PT Fimperkasa Utama Tbk (FIMP) hari ini melakukan penawaran perdana umum atau Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - PT Fimperkasa Utama Tbk (FIMP) hari ini melakukan penawaran perdana umum atau Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perusahaan konstruksi yang didirikan tahun 1993 ini menjadi perusahaan tercatat ke-13 yang melantai di Bursa tahun ini.
Emiten yang bergerak pada industri jasa konstruksi ini menawarkan sebanyak 160 juta lembar saham baru Perseroan atau 40% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh dengan harga saham perdana senilai Rp 125 per lembar.
Baca Juga: 2 BUMN Melantai di Bursa Saham Tahun Ini, Kartika Ungkap Statusnya
Direktur Utama Fimperkasa Utama, Mohamad Mulky Thalib mengatakan, dana segar yang dileroleh dari hasil IPO tersebut sebagian besar digunakan untuk pembiayaan modal kerja dan pembelian alat berat.
"Hal ini dilakukan Perseroan untuk memperkuat struktur permodalan FIMP dengan tujuan meraih perkiraan target pertumbuhan pendapatan Perseroan konsisten minimum sebesar 15 persen per tahun," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (9/4/2021).
Keyakinan Perseroan akan laju pendapatan tersebut ditopang oleh Proyek yang telah diperoleh Perseroan maupun Project on the pipeline Perseroan tahun 2021 yang telah mencapai total sekitar Rp183,8 miliar, diantaranya Proyek Pembangunan PLTM Besai Kemu 2 x 3,5 MW, Proyek Pekerjaan pematangan Lahan (cut & fill), pembangunan unit Rumah tinggal di Ciangsana Bogor dan Condet, Jakarta Timur.
Baca Juga: IHSG Akhir Pekan Menghijau Pagi Ini, Bertengger di Level 6.105
Bersamaan dengan penerbitan saham, perseroan juga menerbitkan waran seri I sebanyak 40.000.000 lembar. FIMP juga meraih oversubscribe permintaan hingga 21 kali porsi pooling dan hal ini diluar ekspektasi manajemen, dan tentunya hal ini menunjukkan bahwa minat dari pihak investor sangat tinggi untuk memperoleh saham FIMP.
Emiten yang bergerak pada industri jasa konstruksi ini menawarkan sebanyak 160 juta lembar saham baru Perseroan atau 40% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh dengan harga saham perdana senilai Rp 125 per lembar.
Baca Juga: 2 BUMN Melantai di Bursa Saham Tahun Ini, Kartika Ungkap Statusnya
Direktur Utama Fimperkasa Utama, Mohamad Mulky Thalib mengatakan, dana segar yang dileroleh dari hasil IPO tersebut sebagian besar digunakan untuk pembiayaan modal kerja dan pembelian alat berat.
"Hal ini dilakukan Perseroan untuk memperkuat struktur permodalan FIMP dengan tujuan meraih perkiraan target pertumbuhan pendapatan Perseroan konsisten minimum sebesar 15 persen per tahun," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (9/4/2021).
Keyakinan Perseroan akan laju pendapatan tersebut ditopang oleh Proyek yang telah diperoleh Perseroan maupun Project on the pipeline Perseroan tahun 2021 yang telah mencapai total sekitar Rp183,8 miliar, diantaranya Proyek Pembangunan PLTM Besai Kemu 2 x 3,5 MW, Proyek Pekerjaan pematangan Lahan (cut & fill), pembangunan unit Rumah tinggal di Ciangsana Bogor dan Condet, Jakarta Timur.
Baca Juga: IHSG Akhir Pekan Menghijau Pagi Ini, Bertengger di Level 6.105
Bersamaan dengan penerbitan saham, perseroan juga menerbitkan waran seri I sebanyak 40.000.000 lembar. FIMP juga meraih oversubscribe permintaan hingga 21 kali porsi pooling dan hal ini diluar ekspektasi manajemen, dan tentunya hal ini menunjukkan bahwa minat dari pihak investor sangat tinggi untuk memperoleh saham FIMP.
(akr)
Lihat Juga :