Bank Sulselbar Perluas Layanan Digital QRIS
Jum'at, 09 April 2021 - 19:15 WIB
loading...
A
A
A
Irmayanti mengungkapkan, Bank Sulselbar sudah sejak 2017 menerapkan digitalisasi layanan, salah satunya menerapkan ETP melalui implementasi TNT atau SP2D online dane-SPB. Tak hanya itu, Bank Sulselbar menggandeng Dompet Anak Bangsa (Gopay), Tokopedia pembayaran PBB dan pajak kendaraan bermotor (PKB). Lalu, pada 2021 bekerja sama dengan Ovo dan Shopee untuk penerimaan pembayaran PBB, PKB, retribusi dan pajak lainnya.
Baca juga: Persetujuan Penetapan Platform Dana CSR Jadi Agenda RUPS Bank Sulselbar
“Kami terus mengembangkan ekosistem digital tidak saja pada pemerintah daerah, tapi juga masyarakat luas. Dan apa yang menjadi harapan dari gubernur dan pemerintah kabupaten kota itu merupakan stakeholder Bank Sulselbar , elektronisasi transaksi pemerintah daerah itu tidak terbatas pada transaksi biasa saja tetapi juga untuk memudahkan monitoring dan jadinya akurasi data, kecepatan data, kecepatan transaksi serta pelaporan untuk perpajakan semuanya sudah diwujudkan secara bertahap,” terangnya.
Dijelaskannya, target QRIS tentu semakin luas baik di pedalaman maupun di pasar tradisional, parkir hingga sektor pariwisata. Seperti, di Bantimurung sudah diterapkan kampung digital, di mana semua pembayaran melalui QRIS dan akan terus dioptimalkan.
Transaksi QRIS Didominasi UMKM
Merujuk pada pemetaan QRIS di Indonesia, jumlah merchant sudah tersebar di 34 provinsi dan 481 kabupaten/kota dan terus meningkat tercatat per 9 Oktober 2020 mencapai 4,96 juta merchant.
Sulsel menempati posisi keenam dengan jumlah tertinggi berdasarkan sumber Bank Indonesia data 2020.
Baca juga: Manajemen Bank Sulselbar Jajaki Kerja Sama Polda Sulsel
Jumlah merchant di Sulsel tumbuh di atas rata-rata pertumbuhan nasional. Tercatat hingga Oktober 2020 merchant yang mendaftarkan diri menggunakan QRIS mencapai 164.647.
Baca juga: Persetujuan Penetapan Platform Dana CSR Jadi Agenda RUPS Bank Sulselbar
“Kami terus mengembangkan ekosistem digital tidak saja pada pemerintah daerah, tapi juga masyarakat luas. Dan apa yang menjadi harapan dari gubernur dan pemerintah kabupaten kota itu merupakan stakeholder Bank Sulselbar , elektronisasi transaksi pemerintah daerah itu tidak terbatas pada transaksi biasa saja tetapi juga untuk memudahkan monitoring dan jadinya akurasi data, kecepatan data, kecepatan transaksi serta pelaporan untuk perpajakan semuanya sudah diwujudkan secara bertahap,” terangnya.
Dijelaskannya, target QRIS tentu semakin luas baik di pedalaman maupun di pasar tradisional, parkir hingga sektor pariwisata. Seperti, di Bantimurung sudah diterapkan kampung digital, di mana semua pembayaran melalui QRIS dan akan terus dioptimalkan.
Transaksi QRIS Didominasi UMKM
Merujuk pada pemetaan QRIS di Indonesia, jumlah merchant sudah tersebar di 34 provinsi dan 481 kabupaten/kota dan terus meningkat tercatat per 9 Oktober 2020 mencapai 4,96 juta merchant.
Sulsel menempati posisi keenam dengan jumlah tertinggi berdasarkan sumber Bank Indonesia data 2020.
Baca juga: Manajemen Bank Sulselbar Jajaki Kerja Sama Polda Sulsel
Jumlah merchant di Sulsel tumbuh di atas rata-rata pertumbuhan nasional. Tercatat hingga Oktober 2020 merchant yang mendaftarkan diri menggunakan QRIS mencapai 164.647.
Lihat Juga :