Gara-Gara Corona, Pertumbuhan Ekonomi Bisa Minus 0,45%

Rabu, 20 Mei 2020 - 19:27 WIB
loading...
A A A
"Kalau dilihat apa yang terjadi kuartal I kita lihat pemburukan yang cukup cepat AS itu yang beberapa kuartal lalu di 2-2,5% sekarang 0,3%. Inggris 1,6%, Korsel 1,3%, Jerman -2,3%. Indonesia itu kita biasanya 5% pertumbuhan, tapi kuartal I kemarin kita dapat 2,97%," jelasnya.

Anjloknya pertumbuhan ekonomi juga berpengaruh pada naiknya angka pengangguran. Oleh karean itu, pemerintah berusaha sekeras mungkin untuk menahan melonjaknya angka pengangguran.

"Nah tentu aktivitas ekonomi yang sebabkan kontraksi. Pengangguran naik tajam, inflasi turun dan sektor keuangan volatilitas. Ini yang kita coba tahan volatilitas sektor keuangan, kalau kegiatan ekonomi turun kita nggak mau dari krisis ekonomi jadi krisis ke sektor keuangan, seperti sektor perbankan dan keuangan itu dampaknya bisa meluas ke perekonomian," jelasnya.

Meskipun lesu, namun dirinya masih optimis jika pertumbuhan ekonomi di tahun depan akan bisa rebound. Bahkan beberapa lembaga internasional pun mengaku menjadikan 2021 itu sebagai tahunnya rebound.

"Tahun 2021 itu juga ada proyeksinya yang mencerminkan optimisme dari perbaikan ekonomi. Hampir semuanya perkirakan 2020 adalah tahun yang paling rendah lalu, terjadi recovery di 2021 sehingga kalau dilihat ini adalah V shape recovery, artinya cepat," jelasnya.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gaji ke-13 Sudah Cair...
Gaji ke-13 Sudah Cair ke 5,5 Juta Penerima, Pemerintah Kucurkan Rp24,05 Triliun
Optimisme Fiskal di...
Optimisme Fiskal di Tengah Warning Sign Ekonomi, Pemerintah Perlu Pulihkan Trust Market
Di Luar Prediksi, Ekonomi...
Di Luar Prediksi, Ekonomi Singapura Tumbuh 6% Kuartal I-2026
Berita Pemangkasan Gaji...
Berita Pemangkasan Gaji ke-13 ASN Dipastikan Hoaks, Pencairan Tetap Juni 2026
BUMN Berkontribusi Dongkrak...
BUMN Berkontribusi Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Mengulik Kerentanan...
Mengulik Kerentanan Ekonomi Nasional di Balik Angka Pertumbuhan 5,61 Persen
Pertumbuhan 5,6%, tetapi...
Pertumbuhan 5,6%, tetapi Mengapa Investor Masih Gelisah?
Bantah The Economist,...
Bantah The Economist, Ekonom : Kondisi Indonesia Relatif Lebih Baik
Pertumbuhan yang Berdampak
Pertumbuhan yang Berdampak
Rekomendasi
Mengapa Ferrari Nekat...
Mengapa Ferrari Nekat Bikin Mobil Listrik Saat Lamborghini dan Pagani Menolak Keras?
Menlu Iran dan Pemimpin...
Menlu Iran dan Pemimpin Hamas di Gaza Bahas Perkembangan Terkini Palestina
Gunung Dukono Erupsi...
Gunung Dukono Erupsi Sore Ini, Luncurkan 1.200 Meter Abu Vulkanik
Berita Terkini
IHSG Makin Parah, Hari...
IHSG Makin Parah, Hari Ini Ditutup Ambles 4,20 Persen ke 5.594
AHY Jadi Ketua Komite...
AHY Jadi Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung Geser Luhut, Perpres Baru Diteken Prabowo
APHI dan New Forests...
APHI dan New Forests Dukung Investasi Pengelolaan Hutan Berkelanjutan
Rupiah Hari Ini Berakhir...
Rupiah Hari Ini Berakhir Merayap ke Rp18.036 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
5 Hal Yang Wajib Anda...
5 Hal Yang Wajib Anda Ketahui Sebelum Datang ke Tempat Gestun Terdekat
Defisit APBN Mei 2026...
Defisit APBN Mei 2026 Tembus Rp180,4 Triliun, Purbaya: Sangat Aman
Infografis
7 Dosa Kebijakan Nicolas...
7 Dosa Kebijakan Nicolas Maduro: Akar Kehancuran Ekonomi dan Sosial Venezuela
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved