Wow! Ekspor Tanaman Hias RI Senilai Rp2,3 Triliun Menyasar 6 Negara

loading...
Wow! Ekspor Tanaman Hias RI Senilai Rp2,3 Triliun Menyasar 6 Negara
Minaqu Home Nature, selaku eksportir tanaman hias di Bogor membuat kontrak dengan sejumlah distributor di 6 negara di 3 Benua, guna mensukseskan program Gratieks (Gerakan Tiga Kali Ekspor) Kementerian Pertanian. Foto/Dok
JAKARTA - Minaqu Home Nature, selaku eksportir tanaman hias di Bogor membuat kontrak dengan sejumlah distributor di 6 negara di 3 Benua, guna mensukseskan program Gratieks (Gerakan Tiga Kali Ekspor) Kementerian Pertanian. Penandatanganan kesepakatan ini langsung dilakukan CEO Minaqu Home Nature Ade Wardhana Adinata secara Virtual dengan 7 buyer dan disaksikan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo di acara Tani On Stage, Kantor Kementrian Pertanian.

Baca Juga: Budidaya Tanaman Hias Mampu Datangkan Omset Jutaan Rupiah

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo dalam sambutan virtualnya menyatakan, bersyukur dengan adanya kontrak kerjasama ini karena terlihat potensi pertanian Indonesia di mata negara lain.

"Allah memberikan anugerah dan keberkahan untuk Pertanian Indonesia dengan potensi alam dan variasi sumberdaya tanamannya. Tugas kita adalah terus mengupayakan dan meningkatkan nilai tambah potensi alam Indonesia, sehingga pertanian Indonesia lebih maju, semakin mandiri dan modern," ungkapnya.

Lebih lanjut Mentan mengungkapkan, sangat mengapresiasi langkah Ade bersama tim Minaqu Indonesia dan para petani milenial lainnya, untuk memajukan potensi tanaman hias di tanah air. Karena terangnya, apa yang dilakukan oleh Ade dalam mengembangkan dan meningkatkan potensi florikultura Indonesia, Produk pertanian Indonesia semakin dilirik oleh negara-negara luar menjadi salah satu produk unggulan ekspor.



Sementara CEO Minaqu Home Nature, Ade Wardhana menyatakan, pihaknya akan mengekspor 15 Juta tanaman hias senilai Rp2.3 Triliun ke 6 Negara yakni Amerika Serikat, Kanada, Jerman, Korea Selatan dan Siprus dengan konsep pemberdayaan petani milenial tanaman hias.

"Alhamdulillah konsep pemberdayaan kami dengan diawali pendirian pasar tanaman hias terbesar di Bogor, kami lanjut dengan langkah konkrit yaitu ekspor tanaman hias ke berbagai negara," ujar Ade.

Nantinya konsep yang ditawarkan Minaqu Home Nature ini adalah, dengan memberikan bibit tanaman hias kepada petani untuk diperbanyak terlebih dahulu yang selanjutnya diekspor. Selain bantuan berupa bibit, Minaqu Home Nature juga akan mengerahkan para tenaga ahlinya untuk membimbing dan membuatkan sarana greenhouse.

"Kami targetkan 3 bulan kedepan bisa panen kemudian kami ekspor ke 6 negara. Harapannya tentu saja bisa meningkatkan sektor ekonomi dan mengharumkan nama Indonesia tentang potensi tanaman hias," pungkas Ade.

Ade menambahkan, disrupsi teknologi digital saat ini membuat penjualan tanaman hias dari Indonesia mulai mendapat tempat dari penggemar di luar negeri.



"Berbeda dengan zaman dahulu kita kesulitan menembus pasar global. Kalau sekarang kan tinggal foto, upload dan maintenance para pelanggan, clear. Nah kita tidak ingin momen ini lewat begitu saja. Apalagi sekarang serba dipermudah termasuk oleh pemerintah," sambung Ade.

Syahrul menambahkan, bahwa dunia pertanian bisa menjadi solusi ekonomi di tengah kondisi pandemi. Menteri bahkan ingin melihat secara langsung bagaimana pengiriman ekspor tanaman hias bisa sampai ke buyer atau pemesan di 6 negara tersebut.

"Pilihannya tidak ada lain, harus melompat membuat pertanian pilihan yang lebih baik dan akan kita tingkatkan lagi.Tentu saja saya mau ikuti ke tempat itu. Kalau seperti ini rakyat bisa senyum, pasti presiden akan senyum," tutur Syahrul.

Baca Juga: Urban Jungle Bazaar Hadirkan Ragam Tanaman Hias untuk Dekorasi Ruang Tinggal

Selain dengan 6 Negara, Minaqu Home Nature juga melakukan penandatangan dengan Direktur Jenderal Hortikultura Prihasto Setyanto untuk Pengembangan Kampung Holtikultura berbasis Florikultura berorientasi Ekspor.

Nantinya program ekspor tanaman hias ini, pihak Minaqu Home Nature akan dibantu oleh Bank BNI untuk memberikan pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada penerima turut hadir di acara ini Eny Tanzil Pemimpin BNI SKC Bogor.
(akr)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top