Wow! Ekspor Tanaman Hias RI Senilai Rp2,3 Triliun Menyasar 6 Negara
Senin, 12 April 2021 - 18:59 WIB
loading...
A
A
A
"Alhamdulillah konsep pemberdayaan kami dengan diawali pendirian pasar tanaman hias terbesar di Bogor, kami lanjut dengan langkah konkrit yaitu ekspor tanaman hias ke berbagai negara," ujar Ade.
Nantinya konsep yang ditawarkan Minaqu Home Nature ini adalah, dengan memberikan bibit tanaman hias kepada petani untuk diperbanyak terlebih dahulu yang selanjutnya diekspor. Selain bantuan berupa bibit, Minaqu Home Nature juga akan mengerahkan para tenaga ahlinya untuk membimbing dan membuatkan sarana greenhouse.
"Kami targetkan 3 bulan kedepan bisa panen kemudian kami ekspor ke 6 negara. Harapannya tentu saja bisa meningkatkan sektor ekonomi dan mengharumkan nama Indonesia tentang potensi tanaman hias," pungkas Ade.
Ade menambahkan, disrupsi teknologi digital saat ini membuat penjualan tanaman hias dari Indonesia mulai mendapat tempat dari penggemar di luar negeri.
"Berbeda dengan zaman dahulu kita kesulitan menembus pasar global. Kalau sekarang kan tinggal foto, upload dan maintenance para pelanggan, clear. Nah kita tidak ingin momen ini lewat begitu saja. Apalagi sekarang serba dipermudah termasuk oleh pemerintah," sambung Ade.
Syahrul menambahkan, bahwa dunia pertanian bisa menjadi solusi ekonomi di tengah kondisi pandemi. Menteri bahkan ingin melihat secara langsung bagaimana pengiriman ekspor tanaman hias bisa sampai ke buyer atau pemesan di 6 negara tersebut.
Nantinya konsep yang ditawarkan Minaqu Home Nature ini adalah, dengan memberikan bibit tanaman hias kepada petani untuk diperbanyak terlebih dahulu yang selanjutnya diekspor. Selain bantuan berupa bibit, Minaqu Home Nature juga akan mengerahkan para tenaga ahlinya untuk membimbing dan membuatkan sarana greenhouse.
"Kami targetkan 3 bulan kedepan bisa panen kemudian kami ekspor ke 6 negara. Harapannya tentu saja bisa meningkatkan sektor ekonomi dan mengharumkan nama Indonesia tentang potensi tanaman hias," pungkas Ade.
Ade menambahkan, disrupsi teknologi digital saat ini membuat penjualan tanaman hias dari Indonesia mulai mendapat tempat dari penggemar di luar negeri.
"Berbeda dengan zaman dahulu kita kesulitan menembus pasar global. Kalau sekarang kan tinggal foto, upload dan maintenance para pelanggan, clear. Nah kita tidak ingin momen ini lewat begitu saja. Apalagi sekarang serba dipermudah termasuk oleh pemerintah," sambung Ade.
Syahrul menambahkan, bahwa dunia pertanian bisa menjadi solusi ekonomi di tengah kondisi pandemi. Menteri bahkan ingin melihat secara langsung bagaimana pengiriman ekspor tanaman hias bisa sampai ke buyer atau pemesan di 6 negara tersebut.
Lihat Juga :