Penjualan Sarung Tangan Meroket Gegara Pandemi, MARK Panen Duit Miliaran

Senin, 12 April 2021 - 22:36 WIB
loading...
Penjualan Sarung Tangan...
Foto/Ilustrasi/Dok SINDOnews
A A A
JAKARTA - Produsen cetakan sarung tangan kesehatan berbasis porselen, PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK), mencatatkan laba sebesar Rp144,19 miliar pada 2020. Angka itu meningkat 63,85 persen jika dibandingkan dengan 2019 sebesar Rp88,00 miliar.

Presiden Direktur MARK, Ridwan Goh menyebut, peningkatan laba bersih ini dicapai karena adanya gaya hidup baru akan pentingnya kesehatan di masa pandemi Covid-19 . Selain itu, adanya penetrasi pasar baru dan strategi produksi perseroan.

“Gaya hidup baru akan pentingnya kesehatan mendongkrak penjualan sarung tangan, sehingga cetakan sarung tangan menjadi peranan penting dalam produksi sarung tangan," ujar Ridwan dalam keterangan pers, Senin (12/4/2021).

Baca juga: Dua Kali Ramadhan di Tengah Pandemi, Masyarakat Muslim Diminta Sabar

Sepanjang 2020 MARK mencetak penjualan tertinggi dengan membukukan Rp565,44 miliar atau naik 56,39 persen dari 2019 sebesar Rp361,54 miliar. Hal ini terlihat dari perseroan menjaga margin laba kotor sebesar 42 persen dengan nilai sebesar Rp236,79 miliar.

Volume produksi Perseroan meningkat sebesar 22 persen menjadi 8,8 juta pieces tahun ini dibandingkan dengan 7,2 pieces tahun lalu. Dia optimis, kenaikan permintaan cetakan sarung tangan otomatis akan mendorong kinerja perusahaan lebih positif lagi.

MARK sendiri adalah penguasa pasar global untuk cetakan sarung tangan. Per tahun 2020, MARK telah mencakup market shares sebesar 35 persen dengan kapasitas produksi sebanyak 800.000 pieces per bulan.

Lihat juga foto: Pakai Sarung Tangan Plastik, Begini Aktivitas Uji Coba PTM di SDN Pekunden Semarang

Pelanggan setia MARK sampai saat ini adalah beberapa pemain utama produsen sarung tangan di pasar internasional, yakni Hartalega, Top Gloves, Kossan, dan Sri Tang.

Pada saat pandemi, MARK berhasil melebarkan sayapnya sampai China, mendapatkan kepercayaan dari pemain-pemain besar seperti Intco, Zhong Hong Pu Lin, dan BlueSail.

Malaysian Rubber Glove Manufacturers Association (MARGMA) meyakini permintaan sarung tangan di tingkat global tumbuh mencapai 50 persen pada 2020 dibanding prediksi sebelumnya.

Sebelumnya diprediksikan bahwa permintaan sarung tangan secara global tahun lalu sekitar 300 miliar pieces, namun permintaan di masa Covid-19 menjadi sekitar 420 miliar pieces.

Baca juga: Harga Daging Sapi hingga Telur Ayam Menanjak Jelang Ramadan

"Hal ini dikarenakan pandemi covid-19 serta meningkatnya kesadaran yang lebih tinggi pemakaian sarung tangan serta diterapkannya protokol kesehatan yang lebih ketat dibandingkan sebelumnya," tutur dia.

Saat ini Malaysia tetap memegang pangsa pasar global terbesar yaitu dengan pangsa 67 persen. Malaysia sendiri telah menjadi tujuan ekspor terbesar buat perseroan menyusul Thailand, China dan Vietnam. Peningkatan permintaan sarung tangan global ini, akan secara langsung mendorong peluang pertumbuhan MARK di tahun-tahun berikutnya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gelar RUPST, Krom Bank...
Gelar RUPST, Krom Bank Cetak Kinerja Kuat di Sepanjang 2025
Indocement Bagikan Dividen...
Indocement Bagikan Dividen Rp1,54 Triliun, Setujui Perubahan Pengurus
SIG Bagikan Seluruh...
SIG Bagikan Seluruh Laba 2025 Rp190,8 Miliar sebagai Dividen Tunai
MARK Tetapkan Dividen...
MARK Tetapkan Dividen dan Proyeksi Laba 2026, Yield Berpotensi Double Digit
TBS Energi Catat Pendapatan...
TBS Energi Catat Pendapatan Konsolidasi Tumbuh 20,5% di Kuartal I 2026
Tumbuh 19%, CDIA Bukukan...
Tumbuh 19%, CDIA Bukukan Pendapatan USD41,2 Juta di Kuartal I-2026
Stop Pakai Sarung Tangan...
Stop Pakai Sarung Tangan Plastik Saat Makan, Ini Bahayanya bagi Kesehatan!
Diskon Jutaan Rupiah...
Diskon Jutaan Rupiah Aksesoris Riding di IIMS 2023, Mulai Helm, Sarung Tangan, hingga Jaket
China Beri Lampu Hijau...
China Beri Lampu Hijau Buka Perbatasan dengan Hong Kong
Rekomendasi
Davina Karamoy Dicecar...
Davina Karamoy Dicecar 30 Pertanyaan Terkait Kasus Hanania Travel
Komunikasi Terbuka Jadi...
Komunikasi Terbuka Jadi Kunci Hubungan yang Lebih Sehat
Muktamar NU Harus Jadi...
Muktamar NU Harus Jadi Momentum Pemurnian, Bukan Arena Perebutan Kekuasaan
Berita Terkini
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Cetak Sejarah, Hanasui...
Cetak Sejarah, Hanasui Jadi Serum Indonesia Pertama yang Diekspor ke Jepang
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
OJK Rilis Daftar Direksi...
OJK Rilis Daftar Direksi BEI Baru, Ada 7 Direktur Terpilih
APKB Dorong Penyempurnaan...
APKB Dorong Penyempurnaan Regulasi Kawasan Berikat: Menjaga Daya Saing Industri dan Investasi
PLN EPI Tuntaskan Hot...
PLN EPI Tuntaskan Hot Tap WNTS-Pemping, Gas Natuna Siap Mengalir ke Dalam Negeri
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved