Tanggapi Dahlan Iskan, Bos HK Beberkan Penyebab Kinerja BUMN Karya Berdarah-darah
Jum'at, 16 April 2021 - 18:59 WIB
loading...
A
A
A
“Kenapa BUMN karya mengalami beberapa permasalah. Bisnis jasa konstruksi ini cukup rentan dan sangat berisiko terhadap perubahan lingkungan ekonomi. Perubahan di bidang ekonomi akan berdampak kepada bisnis jasa konstruksi ini,” jelasnya.
Selain itu lanjut Budi Harto, salah satu hal yang menyebabkan risiko keuangan adalah karena adanya persaingan usaha yang ketat. Menurut Budi, BUMN karya merupakan penyedia jasa konstruksi bagi pemerintah, dan secara peraturan harus melakukan seleksi persaingan yang sangat ketat.
“Persaingan ini yang menyebabkan risiko bagi kami. Walaupun sesama BUMN tidak mungkin kami akan mengikuti tender dengan melawan perjanjian antar-peserta karena ini pelanggaran hukum,” kata Budi Harto. ( Baca juga:Penentang Kudeta Myanmar Umumkan Pemerintahan Persatuan Nasional )
Mantan Direktur Utama Adhi Karya ini menyebut persaingan yang ketat ini membuat BUMN karya tidak bisa mendapaktan harga yang berkualitas. Karena secara garis besar, kualitas harga yang baik hanya sekitar 90% dari harga perkiraan sendiri (HPS).
“Namun demikian beberapa fakta dan data banyak angka hasil tender di bawah 80% sehingga ini akan mengakibatkan risiko kerugian yang besar,” kata Budi.
Selain itu lanjut Budi Harto, salah satu hal yang menyebabkan risiko keuangan adalah karena adanya persaingan usaha yang ketat. Menurut Budi, BUMN karya merupakan penyedia jasa konstruksi bagi pemerintah, dan secara peraturan harus melakukan seleksi persaingan yang sangat ketat.
“Persaingan ini yang menyebabkan risiko bagi kami. Walaupun sesama BUMN tidak mungkin kami akan mengikuti tender dengan melawan perjanjian antar-peserta karena ini pelanggaran hukum,” kata Budi Harto. ( Baca juga:Penentang Kudeta Myanmar Umumkan Pemerintahan Persatuan Nasional )
Mantan Direktur Utama Adhi Karya ini menyebut persaingan yang ketat ini membuat BUMN karya tidak bisa mendapaktan harga yang berkualitas. Karena secara garis besar, kualitas harga yang baik hanya sekitar 90% dari harga perkiraan sendiri (HPS).
“Namun demikian beberapa fakta dan data banyak angka hasil tender di bawah 80% sehingga ini akan mengakibatkan risiko kerugian yang besar,” kata Budi.
(uka)
Lihat Juga :