Penilaian Indef, Menteri-menteri Ekonomi Ini Layak Diganti

Senin, 19 April 2021 - 14:16 WIB
loading...
Penilaian Indef, Menteri-menteri...
Indef menilai sejumlah menteri ekonomi saat ini layak diganti. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Isu kocok ulang menteri-menteri dalam pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin semakin menguat saat ini. Menyikapi hal itu, Institute for Development of Economics and Finance (Indef) pun menyampaikan penilaiannya atas sejumlah menteri bidang ekonomi saat ini.

Indef menilai ada sejumlah menteri yang belum maksimal kinerjanya, khususnya dalam merespons pergolakan ekonomi nasional akibat pandemi Covid-19. Dimana, tujuan Jokowi untuk mengambil langkah pemulihan ekonomi dan kesehatan masih dinilai lamban untuk diimplementasikan oleh jajarannya.

Baca Juga: Kocok Ulang Kabinet Jilid II, Pengusaha Minta Jokowi Tak Pilih Orang Parpol

Adapun nama-nama yang dimaksud adalah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi, hingga Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.

Ekonom dan Peneliti asal Indef Nailul Huda menyebut, sudah saatnya Kepala Negara mengambil langkah perombakan atau pergantian Tim Ekonomi di dalam kabinet Indonesia Maju. Menurutnya, kasus rente impor pangan hingga Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) tak maksimal dijalankan ketiga nama tersebut.

"Menurut pendapat saya, memang sudah saatnya ada perombakan di tim ekonomi Presiden Jokowi. Terutama, ketika ada beberapa kasus rente impor pangan yang sangat meresahkan masyarakat dan bagaimana kinerjanya dalam pemulihan ekonomi nasional ketika pandemi," ujar Huda saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Senin (19/4/2021).

Khusus Menko Perekonomian, rapor merah Indef terkait dengan realisasi program kartu pra kerja dan rencana impor beras. Khusus, program kartu pra kerja dipandang tidak maksimal saat dikoordinasikan oleh Airlangga.

Sejak awal program tersebut direalisasikan, sejumlah pengamat menilai bahwa Kartu Prakerja tak bisa menjadi solusi menekan angka pengangguran, menciptakan wirausaha. Bahkan, tidak mendorong demand atau permintaan terhadap tenaga kerja. Namun, ditujukan untuk memperbaiki sisi supply berupa perbaikan kualitas tenaga kerja dengan memberikan bantuan pelatihan.

Ihwal impor pangan, Pemerintah melalui Menko Perekonomian menyetujui adanya impor beras sebanyak sekitar 1 juta ton pada awal 2021. Padahal, sebelumnya direktur utama Perusahaan Umum (Perum) Bulog, Budi Waseso, mengaku tak mengusulkan pengadaan beras impor pada tahun ini. Justru, impor beras ini muncul justru setelah pihaknya menerima perintah mendadak dari Muhammad Lutfi dan Airlangga.

"Nah impor pangan salah satu contohnya, impor beras ini kan merugikan petani dan meresahkan masyarakat. Itu dibawah koordinasi Pak Menko Perekonomian. Diduga impor tersebut hanya menguntungkan rente impor pangan dengan keuntungan selangit. Jelas menteri yang terlibat harus diganti," katanya.

Meski begitu, reshuffle Airlangga tampaknya sulit dilakukan. Sebab, masih ada kekuatan politik di internal pemerintahan saat ini. Airlangga sendiri menjadi Ketua Umum Partai Golkar, yang merupakan parpol koalisi Presiden Jokowi. Namun bukan tidak mungkin, Huda memandang, ada kemungkinan bisa digeser ke posisi Menteri Investasi yang baru dibentuk saat ini.

Baca Juga: Sangar! Ini Penampakan Seragam Baru Hantu Rimba Kopassus

Dua nama lain, Lutfi dan Syahrul, dianggap masih mengedepankan ego sektoral. Sikap ini dipandang bertentangan dengan visi Jokowi. Kepala Negara secara gamblang menegaskan agar Kementerian dan Lembaga (K/L) bergerak cepat mengatasi situasi krisis yang disebabkan pandemi Covid-19.

Dalam masa pemulihan, setiap K/L harus mampu membuang egosentrisme antar lembaga. Artinya, setiap K/L harus mampu bersinergi untuk menghasilkan solusi dalam menangani krisis akibat pandemi.

"Selanjutnya menteri yang paling layak digantikan adalah Menteri Perdagangan dan Pertanian. Kedua Menteri tersebut selalu mementingkan ego sektoral masing-masing tanpa memandang visi misi Presiden. Terutama dalam kasus impor pangan," tutur dia.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Rekomendasi
Kadisdik Tangerang:...
Kadisdik Tangerang: Liga Bintang Juara Jadi Ajang Pemerataan dan Kreativitas Siswa
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
Ini Susunan Direksi...
Ini Susunan Direksi dan Komisaris Terbaru Telkomsel 2026
Berita Terkini
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved