Bangkitkan UMKM Saat Covid-19, Koperasi Alumni Unpad Didukung Kemenkop UKM
Kamis, 21 Mei 2020 - 13:03 WIB
loading...
A
A
A
Calon Ketua Alumni Universitas Padjajaran ini dalam blusukan sosialisasi menemukan potensi-potensi UMKM yang dilakukan kalangan alumni. Namun ia melihat usaha tersebut baru sebatas membuat produk, belum ada brand, legal nya dan sebagainya.
“Dari situlah maka kemudian terpikir, untuk mengelola UMKM, membantu memasarkan dan networking agar produk-produk alumni semakin tersebar luas,” jelas Ary Zulfikar yang sehari-hari bekerja sebagai Direktur Eksektif Hukum, LPS.
Kemudian ia menggagas alumni ID untuk mendata produk-produk UMKM, diluar dugaan ternyata respon dari kalangan pelaku usaha UMKM sangat positif. “Hanya dalam waktu dua bulan sudah terdata sekitar 200 produk UMKM hanya dari alumni, produk tersebut bisa dilihat di instagram alumni,” ujarnya.
Karena itu Ary sangat optimis, terbentuknya koperasi produsen alumni Indonesia ini akan berhasil. Karena potensi dan peluang untuk berkembang sangat besar. “Tinggal nanti Koperasi melakukan pemilahan terhadap produk-produk yang homogen, apakah memungkinkan untuk dibuat satu merek tersendiri yang akan dikelola oleh koperasi,” tambahnya.
Menurut Dr. Dewi Tenty Septi Artiany, pengamat dan penggiat koperasi, pembuatan kelembagaan kolektif untuk mengelola brand atau merek menjadi sangat penting dalam mengembangkan bisnis UMKM. “Koperasi bisa menjadi alat untuk mengelola brand, sehingga produk-produk UMKM akan terkelola dengan baik, dari mulai packaging, pemasaran, marketing, iklannya serta networkingnya," jelas Ary.
“Dari situlah maka kemudian terpikir, untuk mengelola UMKM, membantu memasarkan dan networking agar produk-produk alumni semakin tersebar luas,” jelas Ary Zulfikar yang sehari-hari bekerja sebagai Direktur Eksektif Hukum, LPS.
Kemudian ia menggagas alumni ID untuk mendata produk-produk UMKM, diluar dugaan ternyata respon dari kalangan pelaku usaha UMKM sangat positif. “Hanya dalam waktu dua bulan sudah terdata sekitar 200 produk UMKM hanya dari alumni, produk tersebut bisa dilihat di instagram alumni,” ujarnya.
Karena itu Ary sangat optimis, terbentuknya koperasi produsen alumni Indonesia ini akan berhasil. Karena potensi dan peluang untuk berkembang sangat besar. “Tinggal nanti Koperasi melakukan pemilahan terhadap produk-produk yang homogen, apakah memungkinkan untuk dibuat satu merek tersendiri yang akan dikelola oleh koperasi,” tambahnya.
Menurut Dr. Dewi Tenty Septi Artiany, pengamat dan penggiat koperasi, pembuatan kelembagaan kolektif untuk mengelola brand atau merek menjadi sangat penting dalam mengembangkan bisnis UMKM. “Koperasi bisa menjadi alat untuk mengelola brand, sehingga produk-produk UMKM akan terkelola dengan baik, dari mulai packaging, pemasaran, marketing, iklannya serta networkingnya," jelas Ary.
Lihat Juga :