Indonesia Akan Bebas Impor BBM dan LPG di Tahun 2030

Selasa, 20 April 2021 - 19:05 WIB
loading...
Indonesia Akan Bebas...
Menteri ESDM Arifin Tasrif menerangkan, di tahun 2030, kita menargetkan tidak adanya impor BBM dan diupayakan juga untuk tidak lagi melakukan impor LPG. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menerangkan, lahirnya Grand Strategi Energi Nasional diharapkan menjawab persoalan terkait meningkatnya permintaan energi untuk jangka panjang dan terbatasnya pasokan sumber daya dalam negeri.

"Kita sekarang masih impor BBM dan LPG. Di tahun 2030, kita menargetkan tidak adanya impor BBM dan diupayakan juga untuk tidak lagi melakukan impor LPG ," tegas Arifin saat mendampingi Presiden Republik Indonesia Joko Widodo saat memimpin Sidang Paripurna ke-5 Dewan Energi Nasional (DEN), Selasa (20/4/2021).

Baca Juga: Menperin Dorong Pengembangan Green Diesel Tekan Impor BBM

Sidang Paripurna kali ini juga dihadiri oleh berbagai Menteri, termasuk para Menteri Anggota DEN dan Anggota Pemangku Kepentingan DEN, dengan agenda bahasan yaitu Grand Strategi Energi Nasional (GSEN), Cadangan Penyangga Energi (CPE), dan Rencana Strategis DEN 2021 - 2025.

Arifin Tasrif yang juga selaku Ketua Harian DEN mengungkapkan, penyusunan Grand Strategi Energi Nasional, merupakan penyempurnaan dari Rencana Umum Energi Nasoinal (RUEN) atas masukan dari Kementerian, Lembaga, BUMN, swasta dan para stakeholder terkait.

"Harus ada penyesuaian lagi antara RUEN lama dengan RUEN yang didasarkan pada Grand Strategi Energi Nasional yang kita susun," ujarnya dalam konferesi pers usai Sidang Paripurna DEN.

Sementara itu mengantisipasi perkembangan global, Arifin menegaskan posisi Indonesia di dalam perjanjian internasional, yakni Paris Agreement terkait komitmennya terhadap pengurangan emisi melalui energi baru terbarukan (EBT). Indonesia perlu mengantisipasinya untuk bisa mendorong pemanfaatan EBT sebagai bauran energi nasional kita.

Untuk itu, ia berpesan agar Dewan Energi Nasional mampu melihat peluang tersebut untuk menciptakan nilai ekonomi baru melalui energi bersih.

"Arahan Bapak Presiden, DEN dapat melihat momentum untuk mengambil kesempatan pandemi (Covid-19) ini untuk masuk ke arah green economy, dimana semua negara-negara maju sudah menuju ke arah sana dan mengurangi risiko kerusakan-kerusakan lingkungan. Strategi yang disusun nanti harus berorientasi visioner dan implementasinya harus secara konsisten dilaksanakan," tegasnya.

Dia melanjutkan, terkait target kapasitas terpasang pembangkit listrik EBT tahun 2025 mencapai 24.000 Mega Watt (MW). Selanjutnya, pada tahun 2035 ditargetkan ada penambahan pembangkit listrik EBT sebesar 38.000 MW dari kapasitas terpasang saat ini.

Salah satu strategi yang diusung Pemerintah adalah dengan mengoptimalkan pemanfaatan energi surya."Nanti backbone-nya kita upayakan dari energi surya yang dari perkembangannya makin ekonomis," tutur Arifin.

Di samping itu, Pemerintah akan mempercepat proses hilirisasi dari produk-produk batubara. Di sisi lain, pemerintah juga akan segera menyelesaiakan infrastruktur gas dan listrik.

Baca Juga: Pertamina: Biar Tak Tergantung Impor BBM Lagi

Arifin menyatakan, pemerintah ingin mencapai target 100% elektrifikasi di seluruh wilayah Indonesia. Demikian juga dengan penyediaan BBM Satu Harga, akan terus dilakukan agar bisa dinikmati oleh seluruh rakyat di pelosok tanah air.

"(Program-program) ini bisa membangkitkan ekonomi kerakyatan di daerah-daerah tersebut," jelasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Membaca Pola Pelemahan...
Membaca Pola Pelemahan Rupiah, DEN Prediksi Kurs Melandai pada Juli 2026
BLU Bisa Impor Minyak...
BLU Bisa Impor Minyak saat Pasokan Global Seret, Lemigas Salah Satunya
Biaya Logistik Menggila,...
Biaya Logistik Menggila, Pembeli Asia Batalkan Impor LPG dari AS
DME Pengganti Elpiji,...
DME Pengganti Elpiji, Jalan Keluar Impor Energi atau Beban Baru APBN?
Bahlil: Indonesia Bisa...
Bahlil: Indonesia Bisa Setop Impor LPG jika Sudah Pakai CNG 3 Kg
Pembebasan Bea Masuk...
Pembebasan Bea Masuk LPG dan Bahan Baku Plastik Berlaku 6 Bulan
Dukung Pemerintah Hemat...
Dukung Pemerintah Hemat Energi, Rodalink Ajak Masyarakat Bandung Bersepeda
Gaza Dibanjiri Coklat...
Gaza Dibanjiri Coklat dan Minuman Ringan saat Bahan Bakar dan Obat-obatan Ditahan Israel
Wakil Ketua Komisi XII...
Wakil Ketua Komisi XII Sebut Elektrifikasi Transportasi Bisa Hemat APBN hingga 30%
Rekomendasi
5 Putusan Rasulullah...
5 Putusan Rasulullah SAW tentang Hak Asuh Anak Setelah Perceraian
SD Islam Al-Azhar Kelapa...
SD Islam Al-Azhar Kelapa Gading Surabaya Raih Posisi 5 Besar TKA 2026
Enam Tahun Penerjemahan,...
Enam Tahun Penerjemahan, Alkitab Bahasa Sunda Kini Hadir dalam Format Cetak dan Digital
Berita Terkini
Otto Media Grup Kolaborasi...
Otto Media Grup Kolaborasi Sadewi Essential Care, Perkuat Integrasi Brand-Rantai Pasok
Binus School dan Damai...
Binus School dan Damai Indah Golf Sinergi Perkuat Pengembangan Soft Skill Siswa
Permintaan Minyak Dunia...
Permintaan Minyak Dunia Diramal Turun 1,1 Juta Barel per Hari di 2026
Centrepark Perkuat Penerapan...
Centrepark Perkuat Penerapan Parkir Cashless di Properti Komersial Indonesia
Industri Aset Digital...
Industri Aset Digital Dorong Penguatan Ekosistem Hospitality Bandara
Solusi Atasi Sampah...
Solusi Atasi Sampah Laut, Komut Pertamina Mochamad Iriawan Hadirkan Kapal Pintar ke Pesisir Bali
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved