Erick Thohir Kesulitan Penuhi Kuota Perempuan dalam Jajaran Petinggi BUMN
Selasa, 20 April 2021 - 19:39 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir tengah menyiasati agar keterwakilan perempuan dalam jajaran dewan direksi dan komisaris bisa diakomodasi melalui rapat umum pemegang saham (RUPS) tahun buku 2020. Langkah itu untuk mewujudkan target 15% perempuan dalam manajemen perseroan negara.
Dia mengakui, realisasi 15% keterwakilan perempuan di dalam struktural BUMN cukup sulit. Karena itu, langkah intervensi Kementerian BUMN seyogyanya dilakukan.
( Baca juga:Menteri Erick Ingatkan BUMN Jangan Terjebak Barang Impor )
RUPS BUMN atau perusahaan pelat merah berstatus Tbk misalnya, dia nilai, lebih sulit daripada perusahaan negara yang belum melantai ke pasar modal Indonesia atau initial public offering (IPO). Tentu, kesulitan itu disebabkan oleh saham BUMN yang tidak sepenuhnya dimiliki pemerintah.
"Kita mau capai 15% (pemimpin perempuan) tahun ini, tidak mudah lho, ini rapat umum pemegang saham lagi mulai soalnya. Dan tentu yang tertutup (PT) masih mudah, yang RUPS itu susah, ini momentumnya harus di-push," ujar Erick dalam acara Srikandi BUMN, Selasa (20/4/2021).
Dia mengakui, realisasi 15% keterwakilan perempuan di dalam struktural BUMN cukup sulit. Karena itu, langkah intervensi Kementerian BUMN seyogyanya dilakukan.
( Baca juga:Menteri Erick Ingatkan BUMN Jangan Terjebak Barang Impor )
RUPS BUMN atau perusahaan pelat merah berstatus Tbk misalnya, dia nilai, lebih sulit daripada perusahaan negara yang belum melantai ke pasar modal Indonesia atau initial public offering (IPO). Tentu, kesulitan itu disebabkan oleh saham BUMN yang tidak sepenuhnya dimiliki pemerintah.
"Kita mau capai 15% (pemimpin perempuan) tahun ini, tidak mudah lho, ini rapat umum pemegang saham lagi mulai soalnya. Dan tentu yang tertutup (PT) masih mudah, yang RUPS itu susah, ini momentumnya harus di-push," ujar Erick dalam acara Srikandi BUMN, Selasa (20/4/2021).
Lihat Juga :