Bank Indonesia: Sudah Coba Belanja Lewat Televisi? Jessica Tanoesoedibjo: Kami Hadirkan QRIS di TV!

Rabu, 21 April 2021 - 14:01 WIB
loading...
Bank Indonesia: Sudah...
Bank Indonesia di laman Instagramnya menegaskan kehadiran QRIS di layar kaca jadi #bermakna dalam kemudahan bertransaksi sehari-hari. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Kini menonton televisi bisa sambil belanja menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) atau standarisasi pembayaran menggunakan metode QR Code dari Bank Indonesia.

"Nonton acara kesayangan di televisi bisa sambil bertransaksi? Kehadiran QRIS di layar kaca jadi #bermakna dalam kemudahan bertransaksi sehari-hari ya. #SobatRupiah sudah coba beli barang atau berdonasi #pakaiQRIS dengan scan langsung di layar televisi? Kalau udah ada yang coba, udah dipakai buat apa nih QRIS-nya?," ungkap Bank Indonesia di laman Instagramnya.

Baca Juga: 6,6 Juta Merchant Sudah Gunakan QRIS

Bank Indonesia juga menuliskan: Kesuksesan QRIS Beri Makna untuk Perekonomian Indonesia. Sejak diluncurkan pada HUT Kemerdekaan RI ke-74, Bank Indonesia (BI), QRIS berkembang sangat pesat. Tahun lalu, Bank Indonesia telah menyambungkan 5,8 juta merchant secara nasional.

Pada 2021, BI menargetkan merchant pengguna QRIS dapat meningkat 2 kali lipat, sehingga mencapai angka 12 juta pengguna. QRIS dikembangkan oleh industri sistem pembayaran bersama dengan Bank Indonesia agar proses transaksi dengan QR Code dapat lebih mudah, cepat, dan terjaga keamanannya.

Melalui akun Instagramnya, Bank Indonesia bertanya bagaimana pengalaman para pengguna QRIS berbelanja lewat televisi. "#SobatRupiah sudah coba beli barang atau berdonasi #pakaiQRIS dengan scan langsung di layar televisi? Kalau udah ada yang coba, udah dipakai buat apa nih QRIS," tanya BI.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Uang Beredar di Mei...
Uang Beredar di Mei 2026 Capai Rp10.415,9 Triliun, BI: Tumbuh 10,8 Persen
BI Rate Diprediksi Naik...
BI Rate Diprediksi Naik sampai 6%, Waspadai Risiko Kredit dan Daya Beli
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
Pembelian Dolar AS Diperketat,...
Pembelian Dolar AS Diperketat, BI Batasi Transaksi USD10 Ribu Mulai Juli 2026
BI Tancap Gas, Suku...
BI Tancap Gas, Suku Bunga Acuan Kembali Naik 25 Bps ke Level 5,75%
Strategi Moneter Dikritik...
Strategi Moneter Dikritik Banggar DPR, Begini Penjelasan BI Soal Menjaga Rupiah
Kemenag-BI Dorong Rohis...
Kemenag-BI Dorong Rohis Jadi Penggerak Literasi Syariah di Ruang Digital
Bea Cukai Soetta Gagalkan...
Bea Cukai Soetta Gagalkan Masuknya Uang Asing Senilai Rp6,3 Miliar Tanpa Izin
Stabilitas Harga Rupiah...
Stabilitas Harga Rupiah Pasca BI Rate Naik (Lagi)
Rekomendasi
Suporter Ikonik DR Kongo...
Suporter Ikonik DR Kongo Gagal Masuk AS Gara-gara Visa Ditolak
Media Pemerintah China:...
Media Pemerintah China: Jepang Benar-benar Simulasikan Serangan terhadap Kapal Induk Liaoning
Praperadilan Roy Suryo...
Praperadilan Roy Suryo Persoalkan Penangkapan, Penahanan, Penggeledahan, hingga Pencekalan
Berita Terkini
Demi Jaga Pasokan Listrik,...
Demi Jaga Pasokan Listrik, Kebijakan DMO dan RKAB Perlu Dievaluasi
Indonesia Bakal Ciptakan...
Indonesia Bakal Ciptakan BBM Baru E20, Butuh 4 Juta KL Etanol per Tahun
Harga Gas Penting, tapi...
Harga Gas Penting, tapi Bukan Penyebab Tunggal Industri Lesu dan PHK
Harga Emas Antam Turun...
Harga Emas Antam Turun Rp15.000 Jadi Rp2,64 Juta per Gram, Ini Rinciannya
IHSG Dibuka Menguat...
IHSG Dibuka Menguat 0,61% ke Level 5.932
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Balas Serangan, Harga Minyak Langsung Mendidih
Infografis
10 Radar Militer Terbaik...
10 Radar Militer Terbaik di Dunia, Sudah Teruji di Medan Perang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved