Peminatnya Tinggi, Market Cap Emiten BUMN Sentuh Angka Rp1.733 Triliun

Rabu, 21 April 2021 - 18:07 WIB
loading...
Peminatnya Tinggi, Market...
Foto/ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Meskipun jumlahnya tidak sebanyak saham syariah , ternyata saham perusahaan badan usaha milik negara (BUMN) peminatnya cukup tinggi di kalangan investor. Terdapat 34 saham perusahaan merah yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), 14 di antaranya BUMN dan 20 anak usaha BUMN.

( Baca juga: Terungkap, Perempuan Lebih Sensi Soal Besaran Tarif Pajak )

Kepala Divisi Pengembangan Bisnis BEI Ignatius Denny Wicaksono mengatakan, saham-saham BUMN biasanya selalu ditunggu oleh investor, karena setiap kali ada BUMN melantai di bursa, biasanya menjadi suatu listing yang terbesar di tahun itu.

"Kalau dilihat perkembangannya, dalam 10 tahun terakhir penambahan saham BUMN cukup banyak walaupun angkanya tidak sebombastis saham syariah. Terdapat 13 BUMN atau 62% dalam 10 tahun terakhir," ujar Denny dalam acara Edukasi Wartawan Pasar Modal, Peluncuran Indeks IDX-MES BUMN 17 secara virtual, Rabu (21/4/2021).

Dari sisi kapitalisasi pasar, saham BUMN memiliki nilai yang sangat luar biasa. 34 perusahaan BUMN market cap-nya menyentuh angka Rp1.733 triliun.

"Jadi, setiap kali ada saham BUMN yang listing pasti itu saham-saham yang besar biasanya," kata dia.

( Baca juga: Biden Puji Vonis Bersalah Mantan Polisi Pembunuh George Floyd )

Nilai kapitalisasi pasar 34 BUMN dari total 700 lebih perusahaan yang ada di bursa, mencakup 24%. Bahkan dari sisi trading value, 34 emiten BUMN mencakup 37 persen dari nilai IHSG.

"Bisa dikatakan saham BUMN ini sangat liquid dan biasanya ditunggu investor," ucapnya.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Status Pasar Modal RI...
Status Pasar Modal RI Tetap Emerging Market, Kekhawatiran Investor Hilang?
Pasar Modal RI Terancam...
Pasar Modal RI Terancam Turun Kasta ke Frontier Market, MSCI Ultimatum hingga November 2026
IHSG Sepekan Melonjak...
IHSG Sepekan Melonjak 2,82%, Kapitalisasi Pasar Bertambah Jadi Rp10.788 Triliun
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
Airlangga Jadikan Catatan...
Airlangga Jadikan Catatan MSCI Sebagai Amunisi Tuntaskan Reformasi Pasar Modal
OJK Rilis Daftar Direksi...
OJK Rilis Daftar Direksi BEI Baru, Ada 7 Direktur Terpilih
Gurita Konsentrasi Saham...
Gurita Konsentrasi Saham dan Ujian Transparansi Bursa Kita
Nasdem Dukung Bareskrim...
Nasdem Dukung Bareskrim Berantas Manipulasi Pasar Modal
Regulator Mundur, IHSG...
Regulator Mundur, IHSG Tersungkur: Ketika Krisis Kepercayaan Menghantam Pasar Modal
Rekomendasi
Klasemen Akhir Grup...
Klasemen Akhir Grup A Piala Dunia 2026: Meksiko dan Afsel ke Babak 32 Besar
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Istri Gus Yaqut Apresiasi...
Istri Gus Yaqut Apresiasi KPK Bantarkan Suaminya
Berita Terkini
IHSG Sesi Siang Berbalik...
IHSG Sesi Siang Berbalik Meroket 2,69% Tembus Level 6.041
Tren Industri Olahraga...
Tren Industri Olahraga Jadi Peluang Bisnis Asuransi
Harga Emas Antam Stagnan...
Harga Emas Antam Stagnan di Posisi Rp2.655.000 per Gram, Saatnya Beli?
Tiket Pesawat Kelas...
Tiket Pesawat Kelas Ekonomi Bebas PPN hingga 5 Juli 2026, Ayo Liburan!
IHSG Dibuka Melemah...
IHSG Dibuka Melemah ke Level 5.873, Asing Net Sell Rp1,17 Triliun
Harga Minyak Dunia Hancur...
Harga Minyak Dunia Hancur Mendekati Level Normal! Kapan BBM RI Turun?
Infografis
10 Perguruan Tinggi...
10 Perguruan Tinggi Paling Banyak Sumbang PNS, Kampus Negeri Mendominasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved