Yayasan Astra Targetkan Bina 300 UMKM Tahun Ini

loading...
Yayasan Astra Targetkan Bina 300 UMKM Tahun Ini
Saat ini sudah ada 91 UMKM di Tegal yang ada di bawah binaan Yayasan Astra, mereka terus memperbaiki kualitas produksi hingga berdaya saing kuat. Foto/Astra Bonardo
JAKARTA - Sebagai tulang punggung perekonomian nasional, keberadaan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) sangat diandalkan bagi pemulihan ekonomi dari krisis berkepanjangan akibat pandemi Covid-19. Karenanya, PT Astra International Tbk melalui melalui Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) berkomitmen mendorong UMKM meningkatkan kualitas mereka agar mampu berkembang dan naik kelas.

Kementerian koperasi dan UKM mencatat lebih dari 64 juta UMKM saat ini berkontribusi 14% terhadap total ekspor nonmigas, 60% total investasi, 97% total tenaga Kerja, dan 61% total PDB nasional. Karenanya, Presiden Joko Widodo menekankan pentingnya kemitraan antara perusahaan besar dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Kemitraan ini diharapkan dapat meningkatkan kelas UMKM di Indonesia.

Baca Juga: Yayasan Astra Aktif Bina Perajin Pacul Klaten

Bahkan, baru-baru ini, Presiden Jokowi meminta keterlibatan UMKM ditingkatkan dalam rantai pasok industri, terutama automotif, sehingga mendatangkan nilai tambah ekonomi nasional yang lebih besar.

Peningkatan keterlibatan UMKM dalam rantai pasok industri terus dilakukan Astra Internasional melalui YDBA. Selama ini, YDBA secara konsisten membina dan mengembangkan UMKM di Indonesia, melalui sejumlah program utama, meliputi pelatihan, pendampingan, fasilitasi pemasaran dengan memfokuskan pada sektor manufaktur, bengkel, kerajinan serta pertanian.

Presiden Direktur PT Astra International Tbk Djony Bunarto Tjondro berharap UKM dan UMKM binaan YDBA yang berada di Tier 1 dan sudah menjadi vendor Astra dapat meningkatkan kualitas mereka. Dengan demikian, lanjutnya, mereka dapat menjadi pemasok komponen atau spare part yang mampu berdaya saing kuat.



“Sedangkan UKM di Tier 2, mereka mampu menyerap berbagai training yang diberikan YDBA, baik mengenai manajemen dan teknik SOP (standard operastional procedure) pembuatan spare part atau alat-alat pertanian sehingga produk mereka dapat diserap oleh (UKM) Tier 1,” ujar dia dalam keterangan tertulisnya, Kamis (22/4/2021).

Direktur Astra sekaligus Ketua Pembina YDBA Gita Tiffany Boer menambahkan, selain memberikan pelatihan dan pendampingan serta fasilitasi pemasaran, YDBA juga mendorong UMKM berinovasi mulai dari diversifikasi produk, proses bisnis, hingga pemasaran melalui optimalisasi pasar online.

Seperti diketahui, sejak didirikan pada 1980 hingga Desember 2020, YDBA telah membina 11.695 UMKM. Hingga Desember 2020, YDBA secara tidak langsung turut menciptakan 70.597 lapangan pekerjaan melalui UMKM yang difasilitasinya.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top