Servis Mobil Gratis, Bentuk Perhatian Perusahaan Automotif untuk Dokter Indonesia

Kamis, 21 Mei 2020 - 15:30 WIB
loading...
Servis Mobil Gratis,...
Tenaga medis yang bekerja keras selama Covid-19 oleh Honda diberikan servis mobil gratis guna memudahkan melakukan tugas.
A A A
JAKARTA - Sejak diumumkannya kasus pertama Covid-19 pada 2 Maret 2020 silam, jumlah penderita baru terus meningkat. Hingga kemarin, tercatat ada 18.496 kasus Covid-19, dengan 4.467 sembuh dan 1.221 meninggal dunia. Setiap hari, puluhan hingga ratusan kasus baru terus terjadi.

Artinya, tenaga medis belum bisa menghela nafas. Mereka masih akan terus bekerja keras mendedikasikan waktu, tenaga, serta pikirannya untuk menolong korban Covid-19. Apalagi, hingga akhir April 2020 silam Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengonfirmasi telah kehilangan 25 anggotanya akibat pandemi Covid-19 yang sedang berlangsung. Baik karena positif Covid-19 ataupun PDP Covid.

Di Amerika, seorang dokter asal Virgina Lorna Breen terpaksa mengakhiri hidupnya karena stres berjuang melawan wabah Covid-19. Tentu saja, kita tidak ingin hal itu terjadi juga di Indonesia. Bukan hanya pasien, tapi dokter dan tenaga medis pun butuh bantuan untuk setidaknya meringankan beban pekerjaan mereka.

Karena itu, PT Honda Prospect Motor (HPM) merasa perlu memberi uluran tangan. Terutama kepada dokter dan tenaga medis. Caranya, lewat program Corporate social responsibility (CSR) bertajuk ”Free Service untuk Dokter Indonesia”. ”Saat ini para dokter telah banyak membantu merawat serta menjaga kesehatan masyarakat Indonesia. Karena itu, kami juga ingin membantu merawat kendaraan yang mereka gunakan agar juga selalu sehat,” ujar Business Inovation and Sales & Marketing Director PT Honda Prospect Motor (HPM) Yusak Billy.

Servis Mobil Gratis, Bentuk Perhatian Perusahaan Automotif untuk Dokter Indonesia


Selain para dokter, program ”Free Service untuk Dokter Indonesia” juga berlaku juga untuk kendaraan operasional merek Honda milik rumah sakit dan mobil merek Honda yang dimiliki oleh paramedis yang berprofesi sebagai dokter dan bekerja pada instansi rumah sakit.

Saat ini memang banyak tenaga kesehatan dan penunjang Rumah Sakit tidak hanya dihadapkan pada risiko tinggi terpapar virus SARS-Cov-2 (penyebab Covid-19). Namun, dengan terus meningkatnya jumlah pasien, mereka juga harus terus bekerja keras.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Rekomendasi
Mendagri Tito: Pelibatan...
Mendagri Tito: Pelibatan Sektor Swasta Akan Optimalkan Realisasi Program Perumahan Rakyat
Celoteh Hotman Paris,...
Celoteh Hotman Paris, Pakar: Penghinaan Wartawan Bisa Diproses Hukum
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
Infografis
Tetangga Indonesia Tembakkan...
Tetangga Indonesia Tembakkan Rudal Tomahawk untuk Pertama Kalinya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved