Proses Pendirian Holding BUMN Sudah Dibahas Jokowi di Ratas

Jum'at, 23 April 2021 - 13:28 WIB
loading...
Proses Pendirian Holding...
Presiden Joko Widodo. FOTO/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Kementerian BUMN memastikan, proses pembentukan Holding BUMN Pangan terus dijalankan. Holding yang bertujuan mendorong kedaulatan pangan nasional ini sudah dibahas pada rapat terbatas (ratas) antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan jajarannya.

Rencananya, Holding BUMN Pangan terdiri dari PT RNI, Berdikari, Pertani, Perikanan Nusantara (Perinus), PT Bhanda Ghara Reksa (BGR Logistics), Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI), PT Garam, PT Perikanan Indonesia (Perindo), dan Sang Hyang Seri.

Baca Juga: Bulog Tak Dilibatkan dalam Holding BUMN Pangan, Ini Respon Buwas

Wakil Menteri BUMN Pahala Mansury menjelaskan, pendirian holding ini perlu pengkajian ihwal potensi pengembangan, baik bersifat organik dan non organik. Selain itu, dikaji pula peran holding sebagai offtaker komoditas pangan dalam negeri.

"Bagaimana perannya juga sebagai offtaker beberapa komoditas pangan, dan memang diperlukan fixing the basic BUMN klaster pangan seperti bisnis model, pengelolaan cash flow, proses pengadaan, proses kemitraan dan lainnya sebagai upaya perbaikan," ujar Pahala, Jumat (23/4/2021).

Pahala optimis perahu yang mengangkut ke-9 BUMN klaster pangan ini akan berhasil dengan dukungan rencana yang jelas, Key Performance Indicator (KPI) yang tepat, serta bentuk sinerginya yang terarah antar-BUMN pangan.

"Holding BUMN Pangan diharapkan dapat memperbaiki kinerja anggota-anggotanya yang diharapkan kedepannya menjadi BUMN pangan yang membanggakan," tandasnya.

Baca Juga: Gerombolan Drone Iran Dekati dan Rekam Kapal Induk AS di Teluk

Direktur Utama RNI Arief Prasetyo Adi mengatakan hal yang sama, bahwa proses pembentukan Holding BUMN Pangan ini telah sampai pada Pembahasan Antar Kementerian (PAK) Penggabungan. Pada proses restrukturisasi, RNI telah membentuk Project Management Office (PMO) yang dibagi menjadi 7 stream dan bertugas untuk mengawali project charter percepatan pengembangan BUMN Pangan.

"Karenanya, diperlukan dukungan dari seluruh komisaris dan direksi BUMN klaster pangan untuk mempercepat pengembangan BUMN Pangan," pungkasnya.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pakar Ingatkan Risiko...
Pakar Ingatkan Risiko Kriminalisasi Profesional terhadap Reformasi BUMN
Pamer Desa Emas 2025...
Pamer Desa Emas 2025 di Agrinex Expo, Sandiaga Uno: Dorong Kedaulatan Pangan dan Lapangan Kerja
Serikat Pekerja Menyoroti...
Serikat Pekerja Menyoroti Perubahan Status BUMN, Kini Sekadar Jadi Entitas Bisnis?
Sah! Prabowo Teken UU...
Sah! Prabowo Teken UU 16/2025 Ubah Kementerian BUMN Jadi BP BUMN
Perbedaan BP BUMN dan...
Perbedaan BP BUMN dan Danantara hingga Nasib ASN di Kementerian BUMN
121 Ribu Ton Gula Petani...
121 Ribu Ton Gula Petani Lokal Diserap ID Food, Nilai Transaksi Rp1,75 Triliun
Wali Kota Agustina Bawa...
Wali Kota Agustina Bawa Inovasi Semarang ke Panggung Nasional, Tawarkan Solusi Ketahanan Pangan Kota Masa Depan
Presiden Prabowo Bekali...
Presiden Prabowo Bekali 400 Calon Pemimpin Perusahaan BUMN di PFLP 2026
Program Cetak Sawah...
Program Cetak Sawah di Wanam: Strategi Prabowo Wujudkan Kedaulatan Pangan yang Harus Dilanjutkan
Rekomendasi
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Momen Lucu Pangeran...
Momen Lucu Pangeran George Tahan Bersin di Trooping the Colour 2026, Ini Reaksi Kate Middleton!
Erick Thohir Terharu...
Erick Thohir Terharu Saksikan Pernikahan Justin Hubner dan Jennifer Coppen
Berita Terkini
Bocoran Isi Kesepakatan...
Bocoran Isi Kesepakatan AS-Iran: Barter Minyak, Aset Triliunan, hingga Senjata Nuklir
Pendaftaran Program...
Pendaftaran Program Magang ke Jepang Dibuka Kemnaker, Begini Caranya
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
Anomali Tiket Pesawat:...
Anomali Tiket Pesawat: Penerbangan Domestik Dipungut PPN, ke Luar Negeri Bebas Pajak
Menakar Efek Domino...
Menakar Efek Domino Pertamax Rp16.250: Waspada Ancaman Inflasi
Asprindo Dorong Skema...
Asprindo Dorong Skema Hybrid Pengelolaan Blok Andaman
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved