2,5 Juta Peserta Kartu Prakerja 2021 Sudah Terima Intensif
Jum'at, 23 April 2021 - 13:37 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Direktur Eksekutif PMO Kartu Prakerja , Denni Puspa Purbasari mengatakan sebanyak 2,7 peserta prakerja menerima manfaat. Dari jumlah itu, sebanyak 2,5 juta peserta program Prakerja telah menerima intensif.
“Jadi ini benar-benar sebuah pemerataan kesempatan. Dari 2,7 juta penerima manfaat tersebut, 2,5 juta orang sudah menerima intensif," ujarnya di Jakarta, Jumat (23/4/2021).
Denni menyatakan bahwa pemerintah telah menetapkan anggaran Program Kartu Prakerja tahun ini sama dengan tahun lalu yakni Rp20 triliun. Peserta terpilih Kartu Prakerja secara total akan mendapat dana bantuan sebesar Rp3,55 juta.
Rinciannya, uang bantuan pelatihan sebesar Rp 1 juta, insentif pascapelatihan Rp600 ribu per bulan selama empat bulan, dan insentif survei sebesar Rp50 ribu untuk tiga kali.
Baca juga: Kartu Prakerja Harus Lanjut, Jangan Samakan dengan Bansos
Menurut Denni, program Kartu Prakerja juga diharapkan menjadi jaring pengaman sosial selama pandemi virus corona. “Setelah menyelesaikan pelatihan, penerima manfaat akan mendapatkan insentif. Ini yang dipakai membayar kebutuhan sehari-hari bahkan dapat dimanfaatkan untuk modal usaha. Jadi Prakerja itu secara tidak langsung mendorong kewirausahaan,” terang Denni.
“Jadi ini benar-benar sebuah pemerataan kesempatan. Dari 2,7 juta penerima manfaat tersebut, 2,5 juta orang sudah menerima intensif," ujarnya di Jakarta, Jumat (23/4/2021).
Denni menyatakan bahwa pemerintah telah menetapkan anggaran Program Kartu Prakerja tahun ini sama dengan tahun lalu yakni Rp20 triliun. Peserta terpilih Kartu Prakerja secara total akan mendapat dana bantuan sebesar Rp3,55 juta.
Rinciannya, uang bantuan pelatihan sebesar Rp 1 juta, insentif pascapelatihan Rp600 ribu per bulan selama empat bulan, dan insentif survei sebesar Rp50 ribu untuk tiga kali.
Baca juga: Kartu Prakerja Harus Lanjut, Jangan Samakan dengan Bansos
Menurut Denni, program Kartu Prakerja juga diharapkan menjadi jaring pengaman sosial selama pandemi virus corona. “Setelah menyelesaikan pelatihan, penerima manfaat akan mendapatkan insentif. Ini yang dipakai membayar kebutuhan sehari-hari bahkan dapat dimanfaatkan untuk modal usaha. Jadi Prakerja itu secara tidak langsung mendorong kewirausahaan,” terang Denni.
Lihat Juga :