Kartu Prakerja Harus Lanjut, Jangan Samakan dengan Bansos
Jum'at, 16 April 2021 - 22:48 WIB
loading...
Ekonom Centre of Strategic and International Studies (CSIS), Yose Rizal Damuri, mengatakan Kartu Prakerja masih sangat layak dilanjutkan. Pasalnya terang dia kemampuan angkatan kerja Indonesia itu sangat di bawah. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Ekonom Centre of Strategic and International Studies (CSIS), Yose Rizal Damuri, mengatakan Kartu Prakerja masih sangat layak dilanjutkan. Pasalnya terang dia kemampuan angkatan kerja Indonesia itu sangat di bawah.
"Baik dari sisi softskill , maupun technical skill, itu masih perlu banyak diperbaiki," ungkap Yose ketika dihubungi, Jumat (16/4/2021).
Baca Juga: Kartu Prakerja Terus Bergulir, Airlangga Sebut Banyak Orang Sudah Bekerja dan Jadi Wirausaha
Yose menjelaskan, sebenarnya yang harus diperbaiki adalah pendidikan, namun butuh waktu yang lebih lama. Karena itu salah satu cara yang lebih cepat adalah lewat pelatihan-pelatihan .
Mengenai adanya pendapat yang mengatakan bahwa program Pra Kerja lebih baik dihentikan karena efeknya kecil terhadap peningkatan ekonomi. Yose Rizal secara tegas menyatakan tidak setuju.
“Kenapa harus dihentikan? Kalau ada wacana seperti itu, mungkin dia enggak tahu apa tujuannya dan juga enggak tahu kondisinya seperti apa. Orang sudah ramai berbicara tentang new job, future of jobs yang membutuhkan skill set baru, kemudian pemerintah saat ini sudah punya programnya, kok malah dihentikan? Memangnya kita mau terus-terusan ada di tahu 70-an?,” tegas Yose.
Lebih lanjut Ia menerangkan, Program Kartu Prakerja sendiri tidak bisa disamakan dengan bantuan sosial (bansos). Menjadi ada unsur bansosnya lebih karena kondisi tertentu (pandemi). Program tersebut merupakan salah satu cara peningkatan kompetensi bagi angkatan kerja.
"Baik dari sisi softskill , maupun technical skill, itu masih perlu banyak diperbaiki," ungkap Yose ketika dihubungi, Jumat (16/4/2021).
Baca Juga: Kartu Prakerja Terus Bergulir, Airlangga Sebut Banyak Orang Sudah Bekerja dan Jadi Wirausaha
Yose menjelaskan, sebenarnya yang harus diperbaiki adalah pendidikan, namun butuh waktu yang lebih lama. Karena itu salah satu cara yang lebih cepat adalah lewat pelatihan-pelatihan .
Mengenai adanya pendapat yang mengatakan bahwa program Pra Kerja lebih baik dihentikan karena efeknya kecil terhadap peningkatan ekonomi. Yose Rizal secara tegas menyatakan tidak setuju.
“Kenapa harus dihentikan? Kalau ada wacana seperti itu, mungkin dia enggak tahu apa tujuannya dan juga enggak tahu kondisinya seperti apa. Orang sudah ramai berbicara tentang new job, future of jobs yang membutuhkan skill set baru, kemudian pemerintah saat ini sudah punya programnya, kok malah dihentikan? Memangnya kita mau terus-terusan ada di tahu 70-an?,” tegas Yose.
Lebih lanjut Ia menerangkan, Program Kartu Prakerja sendiri tidak bisa disamakan dengan bantuan sosial (bansos). Menjadi ada unsur bansosnya lebih karena kondisi tertentu (pandemi). Program tersebut merupakan salah satu cara peningkatan kompetensi bagi angkatan kerja.
Lihat Juga :