Genjot Daya Beli Masyarakat, Penyaluran Bansos dan THR Dipercepat

Jum'at, 23 April 2021 - 13:58 WIB
loading...
Genjot Daya Beli Masyarakat,...
Ilustrasi. Foto/Okezone/Arif Julianto
A A A
JAKARTA - Pemerintah mempercepat pencairan bantuan sosial (bansos) hingga mendorong perusahaan mengucurkan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi para karyawan tepat waktu. Dengan demikian diharapkan daya beli masyarakat bisa naik meski pun tidak mudik.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah mendorong kemampuan daya beli masyarakat. Karena itu, dia juga sudah menyiapkan program untuk memacu keseimbangan supply dan demand. Beberapa di antaranya, yakni dikebutnya penyaluran target output perlindungan sosial antara lain, Bantuan Sosial Tunai (BST), Program Keluarga Harapan (PKH), kartu sembako dan lainnya. Program yang belum terpenuhi pada triwulan I akan didorong cair pada April hingga Mei 2021.

Baca Juga : Belanja Warga +62 Melonjak, Airlangga: Sukses PPKM Mikro Dorong Optimisme & Daya Beli Masyarakat

“Menjelang Lebaran, pemerintah akan mempercepat pencairan kartu sembako dari Juni ke awal Mei,” ujar Airlangga di Jakarta, Jumat (23/4/2021).

Total penyaluran program perlindungan sosial diperkirakan Rp14,12 triliun. Airlangga juga mengatakan, pemerintah menyiapkan bansos beras bagi masyarakat melalui program bantuan beras 10 kilogram untuk masing-masing penerima kartu sembako. Kendati begitu, mantan anggota DPR ini kembali mengingatkan perusahaan swasta agar membayar THR kepada karyawan jelang Lebaran 2021. THR diyakini bisa membantu pertumbuhan ekonomi.

Menurut Airlangga, kasus Covid-19 yang sekarang makin terkendali mesti diimbangi dengan pertumbuhan ekonomi. THR juga akan diberikan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI dan Polri. THR dan Gaji ke-13 bisa mendorong konsumsi masyarakat. Program-program Kementerian Koordinator Perekonomian nantinya bersinergi dengan THR swasta untuk meningkatkan daya beli. Diharapkan ekonomi bisa kembali ke level pertumbuhan pra Covid-19 sebesar 5% pada akhir tahun. Karena itu, ekonomi perlu tumbuh 6,7% di kuartal II/2021.

Ekonom Bahana Sekuritas, Putera Satria Sambijantoro meyakini, kebijakan larangan mudik memicu perbaikan ekonomi di kota besar. Menurutnya, Covid-19 telah membuat tatanan ekonomi di kota besar berdarah-darah. Artinya, dengan larangan mudik yang dibarengi THR dan program bantuan pemerintah, bisa membantu perbaikan ekonomi di kota besar. Berdasarkan Google Retail Mobility, aktivitas ekonomi yang lebih cepat pulih itu ada di daerah. Antara lain di Sumatera, Kalimantan dan Jawa Tengah. “Masyarakat di sana cukup kuat aktivitas ekonominya dibanding Jakarta dan Bali,” tutur Putera.

Putera menilai, kebijakan larangan mudik perlu didukung. Selain untuk menekan Covid-19, juga membantu perbaikan ekonomi. “Karena tidak ada pengalihan uang dari kota ke daerah. Larangan mudik bisa membangkitkan perputaran uang di kota besar yang sedang terpuruk,” terangnya.

Dia juga menjelaskan, larangan mudik akan mendorong masyarakat mengirimkan hadiah Lebaran secara online. Bahkan, fenomena ini akan merangsang pertumbuhan ekonomi digital. “Ada larangan mudik itu akan mendorong bisnis logistik, ecommerce dan UMKM. Masyarakat yang tidak bisa pergi akan mengirim paket atau belanja online untuk keluarga di kampung halamannya,” katanya.

Sementara, untuk program perlindungan sosial berupa bansos dan bentuk lainnya yang disiapkan pemerintah, juga layak diapresiasi. Hal ini sangat dinantikan masyarakat. Selain program bansos, Putera mendukung upaya Menko Perekomian Airlangga Hartarto yang meminta percepatan pencairan bansos hingga THR bagi para karyawan tepat waktu. “Insya Allah daya beli naik meski nggak ada mudik,” ujarnya optimis.

Sementara itu, Direktur Kebijakan Publik dan Hubungan Pemerintah Tokopedia Astri Wahyuni mengapresiasi upaya pemerintah menyokong daya beli masyarakat. Apalagi untuk menaikkan tingkat konsumsi masyarakat melalui ecommerce. “Kami tentu mendukung usaha pemerintah mendorong kemajuan industri (e-commerce). Harapannya, ikut mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” tutur Astri.

Tokopedia juga tengah mempelajari dampaknya pada bisnis perusahaan. Mereka sudah menyiapkan berbagai produk serta program untuk memeriahkan musim belanja online saat jelang Lebaran nanti.

Baca Juga : Dear Pengusaha, THR Tepat Waktu Bakal Pacu Tumbuhnya Ekonomi

Sementara, Head of Category Management Bukalapak Ruth Retno Dewi sudah mengambil ancang-ancang menyambut momen puncak belanja online nasional jelang Lebaran. Salah satunya, menyelenggarakan program utama, yakni Pilihan Jagoan Di Ramadan. “Kami siapkan berbagai barang kebutuhan rumah tangga, hobi dan otomotif serta barangbarang lainnya yang dibutuhkan untuk Ramadan dan Lebaran,” ujar Retno.

Bukalapak juga bakal berlakukan beragam penawaran menarik, seperti Cashback hingga Rp1 juta dan Gratis Ongkir di program Pilihan Jagoan Di Ramadan. Retno optimistis, transaksi akan meningkat jelang Lebaran dibandingkan waktu sebelumnya. Pihaknya juga sudah mengantisipasi momen puncak belanja online. “Jelang Lebaran, transaksi online cenderung meningkat. Kami tetap fokus menciptakan pengalaman transaksi yang aman dan nyaman bagi seluruh pengguna,” kata Retno.
(dar)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Indeks Keyakinan Konsumen...
Indeks Keyakinan Konsumen Mei 2026 Menurun, Ini Penjelasan BI
Harga Pertamax Naik,...
Harga Pertamax Naik, Komisi XII Ingatkan Dampaknya terhadap Daya Beli
Mengenal Lipstick Effect,...
Mengenal Lipstick Effect, Alasan Mal dan Coffee Shop Tetap Ramai di Tengah Krisis Ekonomi
Indodax Distribusikan...
Indodax Distribusikan Hewan Kurban ke Lima Titik Wilayah di Aceh
Digitalisasi Bansos...
Digitalisasi Bansos Diperluas ke 42 Daerah Mulai Juni 2026, Begini Penjelasan Komdigi
Bertemu PM Belarus,...
Bertemu PM Belarus, Airlangga Dorong Penguatan Kerja Sama Pangan hingga Energi
Digitalisasi Data, Penerima...
Digitalisasi Data, Penerima Bansos Diverifikasi lewat Pengenalan Wajah
Digitalisasi Perlinsos...
Digitalisasi Perlinsos Disambut Antusias di Surabaya, Komdigi Pastikan Warga Berhak Tak Terlewat Bantuan
PNM Peduli Salurkan...
PNM Peduli Salurkan Bantuan Sosial kepada Guru Honorer SDK Wukur di NTT
Rekomendasi
Militerisasi Jepang...
Militerisasi Jepang dan Bahaya Radiasi Radio Aktif
Drone Hizbullah Hantam...
Drone Hizbullah Hantam Israel, IDF Bombardir Lebanon
Jelang 1 Muharram, Ulama...
Jelang 1 Muharram, Ulama Anjurkan Minum Susu Putih Sebelum Subuh, Ini Alasannya
Berita Terkini
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai Besok 15 Juni 2026, Usaha Nasional Didata Tanpa Terkecuali
Prabowo Perintahkan...
Prabowo Perintahkan Rosan Jelaskan Kondisi Investasi RI di Istana Merdeka Besok
Mengapa Harga Pertamax...
Mengapa Harga Pertamax Naik? Kemkomdigi: Karena Indonesia Tak Hidup Sendirian
Siap-siap! Harga Rumah...
Siap-siap! Harga Rumah Subsidi Bakal Naik, Ini Penyebabnya
Dorong Penguatan Pendidikan...
Dorong Penguatan Pendidikan Vokasi Ganda, Endress+Hauser Gelar Education Forum 2026
IHSG Besok Berpeluang...
IHSG Besok Berpeluang Lanjut Reli ke Level 6.100, Intip Faktor Pendongkraknya
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved