Ternyata, Pengaruh BPJS Ketenagakerjaan di Pasar Modal Gede Juga
Jum'at, 23 April 2021 - 18:50 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Indeks harga saham gabungan (IHSG) dalam sebulan terakhir berkutat di level 6.000. Dalam perdagangan sepekan ini, IHSG minus 1,14% dan dalam sebulan terakhir mengalami minus 1,73%.
Rencana pengurangan portofolio investasi BPJS Ketenagakerjaan dinilai berpengaruh terhadap pergerakan IHSG dalam sebulan terakhir.
Baca juga:Akhir Pekan IHSG Ditutup Perkasa, Naik ke Level 6.016
Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa Bursa Efek Indonesia (BEI) Laksono W. Widodo menuturkan, turunnya transaksi dari BPJS Ketenagakerjaan cukup berpengaruh terhadap aktivitas transaksi investor, khususnya institusi domestik yang memiliki kemiripan dengan BPJS Ketenagakerjaan seperti Taspen, Dapen dan lain-lain.
"BPJS Ketenagakerjaan dianggap sebagai leader atau mercusuar bagi institusi-institusi domestik tersebut sehingga pasang surutnya aktivitas BPJS Ketenagakerjaan akan mempengaruhi tindakan institusi-institusi tersebut," ujar Laksono dalam keterangan tertulis, Jumat (23/4/2021).
Rencana pengurangan portofolio investasi BPJS Ketenagakerjaan dinilai berpengaruh terhadap pergerakan IHSG dalam sebulan terakhir.
Baca juga:Akhir Pekan IHSG Ditutup Perkasa, Naik ke Level 6.016
Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa Bursa Efek Indonesia (BEI) Laksono W. Widodo menuturkan, turunnya transaksi dari BPJS Ketenagakerjaan cukup berpengaruh terhadap aktivitas transaksi investor, khususnya institusi domestik yang memiliki kemiripan dengan BPJS Ketenagakerjaan seperti Taspen, Dapen dan lain-lain.
"BPJS Ketenagakerjaan dianggap sebagai leader atau mercusuar bagi institusi-institusi domestik tersebut sehingga pasang surutnya aktivitas BPJS Ketenagakerjaan akan mempengaruhi tindakan institusi-institusi tersebut," ujar Laksono dalam keterangan tertulis, Jumat (23/4/2021).
Lihat Juga :