Ramalan Minggu Depan, Sentimen India dan Amerika Tak Mempan Adang IHSG
Jum'at, 23 April 2021 - 20:03 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,38% atau naik 22,68. IHSG pun menclok ke level 6.016,8 pada penutupan perdagangan , Jumat (23/4).
Technical Analyst Sucor Sekuritas Wilson Sitompul mengatakan, secara teknikal ada potensi penguatan IHSG di minggu depan setelah melewati level psikologis 6.000. Level support yang perlu dicermati berada di 5.944 dan resistance terdekat di level 6.030.
Baca juga:Ternyata, Pengaruh BPJS Ketenagakerjaan di Pasar Modal Gede Juga
"Ada potensi buat minggu depan kita akan melanjutkan penguatan," ujarnya pada closing market IDX Channel, Jumat (23/4/2021).
Menurut dia, dari dalam negeri sudah menunjukkan katalis positif dari data indeks keyakinan konsumen dan PMI. Katalis positif ini akan memberikan optimisme terhadap IHSG minggu depan. Di sisi lain, jumlah kasus positif Covid-19 di dalam negeri juga mulai menurun dan program vaksinasi berjalan lancar.
Sementara dari luar negeri, kebijakan Joe Biden untuk menaikan pajak capital gain membuat pasar equity Amerika Serikat menjadi kurang menarik. Adanya lonjakan kasus Covid-19 di India juga menjadi fokus investor sebab dapat menghambat pertumbuhan ekonomi di regional Asia.
Baca juga:Inilah Syarat-syarat Terbaik Bertaubat Menurut Syaikh Al Utsaimin
"Jadi ada katalis positif dan juga negatif. Kita lihat IHSG juga masih tertinggal dibandingkan Dow Jones yang sudah naik tinggi. Faktor penting lainnya adalah peringkat kredit Indonesia masih tetap pada posisi BBB+. Ini akan memberikan keyakinan kepada investor asing unutk kembali masuk ke pasar Indonesia," tandasnya.
Technical Analyst Sucor Sekuritas Wilson Sitompul mengatakan, secara teknikal ada potensi penguatan IHSG di minggu depan setelah melewati level psikologis 6.000. Level support yang perlu dicermati berada di 5.944 dan resistance terdekat di level 6.030.
Baca juga:Ternyata, Pengaruh BPJS Ketenagakerjaan di Pasar Modal Gede Juga
"Ada potensi buat minggu depan kita akan melanjutkan penguatan," ujarnya pada closing market IDX Channel, Jumat (23/4/2021).
Menurut dia, dari dalam negeri sudah menunjukkan katalis positif dari data indeks keyakinan konsumen dan PMI. Katalis positif ini akan memberikan optimisme terhadap IHSG minggu depan. Di sisi lain, jumlah kasus positif Covid-19 di dalam negeri juga mulai menurun dan program vaksinasi berjalan lancar.
Sementara dari luar negeri, kebijakan Joe Biden untuk menaikan pajak capital gain membuat pasar equity Amerika Serikat menjadi kurang menarik. Adanya lonjakan kasus Covid-19 di India juga menjadi fokus investor sebab dapat menghambat pertumbuhan ekonomi di regional Asia.
Baca juga:Inilah Syarat-syarat Terbaik Bertaubat Menurut Syaikh Al Utsaimin
"Jadi ada katalis positif dan juga negatif. Kita lihat IHSG juga masih tertinggal dibandingkan Dow Jones yang sudah naik tinggi. Faktor penting lainnya adalah peringkat kredit Indonesia masih tetap pada posisi BBB+. Ini akan memberikan keyakinan kepada investor asing unutk kembali masuk ke pasar Indonesia," tandasnya.
(uka)
Lihat Juga :