Milenial Diminta Ambil Bagian Kampanye Sampah Elektronik
Selasa, 27 April 2021 - 03:18 WIB
loading...
A
A
A
Menurutnya, saat ini pemerintah kabupatan (pemkab) hanya dapat mengelola 600 hingga 800 ton. Sisa dari sampah elektronik tersebut jika tidak dikelola dapat berakhir di tanah kosong, sungai hingga irigasi.
Dia menceritakan dulu ada sekolompok warga di Kabupaten Tangerang, dipekerjakan sebagai pemilah sampah elektronik oleh pihak swasta. Namun karena minimnya pengetahuan warga, akhirnya pemilahan sampah elektronik itu ditutup pada 2016.
Saat itu, warga diketahui membakar sampah elektronik di lokasi pemilahan. Alhasil tidak hanya menimbulkan polusi udara, tetapi juga menimbulkan polusi air, polusi tanah serta berdampak terhadap kesehatan.
Zaki mengatakan, Pemkab Tangerang kemudian terus mengedukasi masyarakat supaya kejadian tersebut tidak terulang. Upaya yang dilakukan yaitu dengan menggandeng seluruh elemen masyarakat salah satunya komunitas EwasteRJ.
“Alhamdulillah setelah ada gerakan ini, banyak sekali yang mau sukarela ikut berperan di Kabupaten Tangerang. Memilah sampah dan mengantarkan ke drop box yang sudah disediakan,” jelasnya.
Dia menjelaskan, sebelum kolaborasi dengan EwasteRJ, Pemkab Tangerang juga sudah memiliki gerakan peduli sampah yang dimulai dari sekolah. Gerakan tersebut bernama Kurangi Sampah Sekolah Kita (Kurasaki), untuk mengurangi sampah di sekolah.
Dia menceritakan dulu ada sekolompok warga di Kabupaten Tangerang, dipekerjakan sebagai pemilah sampah elektronik oleh pihak swasta. Namun karena minimnya pengetahuan warga, akhirnya pemilahan sampah elektronik itu ditutup pada 2016.
Saat itu, warga diketahui membakar sampah elektronik di lokasi pemilahan. Alhasil tidak hanya menimbulkan polusi udara, tetapi juga menimbulkan polusi air, polusi tanah serta berdampak terhadap kesehatan.
Zaki mengatakan, Pemkab Tangerang kemudian terus mengedukasi masyarakat supaya kejadian tersebut tidak terulang. Upaya yang dilakukan yaitu dengan menggandeng seluruh elemen masyarakat salah satunya komunitas EwasteRJ.
“Alhamdulillah setelah ada gerakan ini, banyak sekali yang mau sukarela ikut berperan di Kabupaten Tangerang. Memilah sampah dan mengantarkan ke drop box yang sudah disediakan,” jelasnya.
Dia menjelaskan, sebelum kolaborasi dengan EwasteRJ, Pemkab Tangerang juga sudah memiliki gerakan peduli sampah yang dimulai dari sekolah. Gerakan tersebut bernama Kurangi Sampah Sekolah Kita (Kurasaki), untuk mengurangi sampah di sekolah.
Lihat Juga :