Jatim Didorong Sebagai Lumbung Pangan Nasional

Rabu, 28 April 2021 - 15:43 WIB
loading...
Jatim Didorong Sebagai...
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa (dua kiri), didampingi Kepala Perwakilan BI Jatim, Difi A Johansyah (kiri), menyaksikan MoU business to business antara pelaku usaha Jatim dengan Maluku Utara serta Kota Tarakan Kalimantan Utara. Foto/Humas BI Jati
A A A
JAKARTA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus mendorong menjadi lumbung pangan nasional, salah satunya melalui kerja sama antardaerah.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, Jawa Timur, semakin kokoh dinobatkan menjadi lumbung pangan dan sentra produksi nasional. Dalam kondisi pandemi Covid-19, sektor pertanian Jawa Timur justru menunjukkan pertumbuhan positif dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi Jawa Timur.

Baca Juga: Lumbung Pangan Jatim dan Strategi Kendalikan Inflasi

“Dengan adanya realisasi kerja sama antar daerah diharapkan dapat mendukung pemulihan ekonomi serta stabilitas inflasi tidak hanya di Jawa Timur, namun dengan daerah lainnya di Indonesia,” katanya dalam keterangan tertulis, Rabu (28/4/2021).

Dia menjelaskan, melalui kerangka kerja sama antar daerah, Tim Pengendalian Inflasi Daerah Provinsi Jatim menggelar High Level Meeting (HLM) dan Rapat Koordinasi Wilayah TPID Provinsi Jawa Timur.

“Dukungan implementasi kerja sama antar daerah dilakukan melalui penandatanganan sejumlah (Memorandum of Understanding) MoU business to business antara pelaku usaha Jawa Timur dengan Maluku Utara serta Kalimantan Utara,” papar Khofifah.

Adapun kerja sama tersebut antara lain, PT Jatim Grha Utama dengan PT Fishindo Lintas Samudra terkait penyediaan ikan dari Maluku Utara untuk bahan baku pindang maupun ikan segar di Jatim. PT Jatim Grha Utama dengan PT Artha Tani Mina terkait pemenuhan kebutuhan ayam karkas beku Jawa Timur untuk Maluku Utara.

“Serta, CV Lucky Forever dengan Perumda Tarakan Agrobisnis Mandiri terkait jual beli komoditas telur ayam dari Jawa Timur ke Kota Tarakan,” katanya.

Baca Juga: Kerjasama Strategis Kendalikan Inflasi, Jatim Kirim 15,5 Ton Ayam Karkas ke Malut

Wakil Gubernur Maluku Utara, Al Yasin Ali menilai kerja sama antar daerah sangat penting dilakukan agar setiap daerah dapat menjaga inflasinya dengan baik. Provinsi Maluku Utara sebagai daerah konsumen hingga saat ini masih tergantung dengan wilayah lain untuk memenuhi kebutuhan pangan.

Oleh karena itu, kerja sama antardaerah menjadi kunci dalam menjamin ketersediaan pasokan pangan dan mendukung pengendalian inflasi di Provinsi Maluku Utara.

Sementara, Walikota Tarakan, Khairul mengatakan, kerja sama yang inisiasi Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur dan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara ini, diharapkan mampu mengendalikan fluktuasi harga komoditas khususnya telur ayam, yang defisit di Tarakan dan sangat bergantung dari daerah lain.

Baca Juga: Ziarah Ke Ponorogo, Anies Jadi Orang Satu-satunya Tidur di Kamar Kyai Ageng Sang Pencetak Ulama

“Kami berharap, di masa depan, kerja sama yang dapat dilakukan tidak hanya sebatas satu jenis komoditas saja, namun dapat lebih mencakup komoditas lain yang potensial untuk dikerja samakan,” jelasnya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur, Difi Ahmad Johansyah mengungkapkan, stabilitas inflasi nasional perlu didukung adanya sinergi antar daerah, yang pada kesempatan kali ini dilakukan dengan Kalimantan Utara dan Maluku Utara.

Menurut dia, Provinsi Jawa Timur merupakan daerah produsen dengan posisi surplus pada sejumlah komoditas dan dapat membantu supply pada daerah lainnya.

“Melimpahnya pasokan komoditas, inflasi Jawa Timur pada Ramadhan dan Lebaran diperkirakan akan tetap terkendali, serta membantu provinsi lain menstabilkan inflasi daerah tersebut,” katanya.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Uang Beredar di Mei...
Uang Beredar di Mei 2026 Capai Rp10.415,9 Triliun, BI: Tumbuh 10,8 Persen
BI Rate Diprediksi Naik...
BI Rate Diprediksi Naik sampai 6%, Waspadai Risiko Kredit dan Daya Beli
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
Pembelian Dolar AS Diperketat,...
Pembelian Dolar AS Diperketat, BI Batasi Transaksi USD10 Ribu Mulai Juli 2026
BI Tancap Gas, Suku...
BI Tancap Gas, Suku Bunga Acuan Kembali Naik 25 Bps ke Level 5,75%
Strategi Moneter Dikritik...
Strategi Moneter Dikritik Banggar DPR, Begini Penjelasan BI Soal Menjaga Rupiah
Stabilitas Harga Rupiah...
Stabilitas Harga Rupiah Pasca BI Rate Naik (Lagi)
Sikapi Gejolak Ekonomi,...
Sikapi Gejolak Ekonomi, Partai Perindo Sodorkan Risalah Kebijakan untuk BI dan Pemerintah
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Rekomendasi
Venezuela Diguncang...
Venezuela Diguncang Gempa M7,2 Berturut-turut, Korban Tewas Diperkirakan Ribuan Orang
Belum Move On, Aji Darmaji...
Belum Move On, Aji Darmaji Tak Kuat Lihat Rumah Lama dengan Mpok Alpa di Ciganjur
AS dan Israel Jadi Sumber...
AS dan Israel Jadi Sumber Kerusakan, Iran Serukan Tatanan Baru Negara Islam
Berita Terkini
Tiket Pesawat Kelas...
Tiket Pesawat Kelas Ekonomi Bebas PPN hingga 5 Juli 2026, Ayo Liburan!
IHSG Dibuka Melemah...
IHSG Dibuka Melemah ke Level 5.873, Asing Net Sell Rp1,17 Triliun
Harga Minyak Dunia Hancur...
Harga Minyak Dunia Hancur Mendekati Level Normal! Kapan BBM RI Turun?
Tanda Tangani PKB 2026,...
Tanda Tangani PKB 2026, Menaker Titip 3 Agenda Strategis ke Jasa Raharja
Harga Bensin di AS Tetap...
Harga Bensin di AS Tetap Mahal meski Minyak Dunia Rontok, Trump Semprot Raksasa Energi
Status Pasar Modal RI...
Status Pasar Modal RI Tetap Emerging Market, Kekhawatiran Investor Hilang?
Infografis
Profil 10 Pahlawan Nasional...
Profil 10 Pahlawan Nasional Tahun 2025 dan Jasanya bagi Negara
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved