Kontribusi BUMN Capai Rp3.282 Triliun di Mata Erick Thohir Masih Kecil
Kamis, 29 April 2021 - 12:58 WIB
loading...
Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mencatat selama 10 tahun terakhir kontribusi perseroan pelat merah mencapai Rp 3.282 triliun. Menteri BUMN Erick Thohir menyebut, jumlah tersebut masih tercatat kecil. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara ( BUMN ) mencatat selama 10 tahun terakhir kontribusi perseroan pelat merah mencapai Rp 3.282 triliun. Jumlah itu terdiri dari deviden, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), dan pajak.
Menteri BUMN Erick Thohir menyebut, jumlah tersebut masih tercatat kecil. Meski begitu, Return on investment (ROI) yang masuk ke Kementerian BUMN cukup baik.
"Tentu ini juga disampaikan proporsionalnya, yang namanya dividen, PNBP, dan pajak masih cukup kecil sehingga kita lihat return on investasi nya masih cukup baik yang diinvestasikan di Kementerian BUMN itu sendiri," ujar Erick dalam Rapat Koordinasi Pembangunan Pusat secara virtual, Kamis (29/4/2021).
Baca Juga: Pujian Luhut Buat Erick Thohir: Lini Bisnis BUMN Makin Tajam
Dari arsip pemberitaan MNC Portal Indonesia, selama lima tahun terakhir aset BUMN mengalami kenaikan yang signifikan. Pada tahun 2015, aset BUMN tercatat sebesar Rp5.760 triliun, dan pada akhir 2019 menjadi sebesar Rp 8.734 triliun. Angka ini menunjukan bahwa selama lima tahun terakhir aset BUMN tumbuh sebesar 51,63 persen atau rata-rata per tahunnya tumbuh 11 persen.
Ekuitas BUMN juga naik signifikan. Hingga akhir 2019, total Ekuitas seluruh perseroan mencapai Rp 800 triliun. Sementara, laba bersihnya mencatatkan angka positif di akhirnya 2019 senilai Rp 152 triliun. Meski begitu, angka ini menurun bila dibandingkan dengan periode yang sama 2018 yang mencapai Rp 189 triliun.
Sementara itu, capital expenditure (Capex) atau belanja modal BUMN juga mengalami peningkatan. Pada 2015, jumlah agregat Capex dalam satu tahun mencapai Rp 221 triliun. Angka ini semakin meningkat dari tahun ke tahun hingga puncaknya pada akhir 2019 belanja modal BUMN mencapai Rp361 triliun.
Menteri BUMN Erick Thohir menyebut, jumlah tersebut masih tercatat kecil. Meski begitu, Return on investment (ROI) yang masuk ke Kementerian BUMN cukup baik.
"Tentu ini juga disampaikan proporsionalnya, yang namanya dividen, PNBP, dan pajak masih cukup kecil sehingga kita lihat return on investasi nya masih cukup baik yang diinvestasikan di Kementerian BUMN itu sendiri," ujar Erick dalam Rapat Koordinasi Pembangunan Pusat secara virtual, Kamis (29/4/2021).
Baca Juga: Pujian Luhut Buat Erick Thohir: Lini Bisnis BUMN Makin Tajam
Dari arsip pemberitaan MNC Portal Indonesia, selama lima tahun terakhir aset BUMN mengalami kenaikan yang signifikan. Pada tahun 2015, aset BUMN tercatat sebesar Rp5.760 triliun, dan pada akhir 2019 menjadi sebesar Rp 8.734 triliun. Angka ini menunjukan bahwa selama lima tahun terakhir aset BUMN tumbuh sebesar 51,63 persen atau rata-rata per tahunnya tumbuh 11 persen.
Ekuitas BUMN juga naik signifikan. Hingga akhir 2019, total Ekuitas seluruh perseroan mencapai Rp 800 triliun. Sementara, laba bersihnya mencatatkan angka positif di akhirnya 2019 senilai Rp 152 triliun. Meski begitu, angka ini menurun bila dibandingkan dengan periode yang sama 2018 yang mencapai Rp 189 triliun.
Sementara itu, capital expenditure (Capex) atau belanja modal BUMN juga mengalami peningkatan. Pada 2015, jumlah agregat Capex dalam satu tahun mencapai Rp 221 triliun. Angka ini semakin meningkat dari tahun ke tahun hingga puncaknya pada akhir 2019 belanja modal BUMN mencapai Rp361 triliun.
Lihat Juga :