Penipu Digital Makin Brutal, Ini Lima Jurus Penangkal
Rabu, 05 Mei 2021 - 23:22 WIB
loading...
A
A
A
Untuk menjaga informasi pribadi sebaiknya tidak sembarang memberikan kepada instansi/orang lain yang tidak dipercaya. Informasi pribadi ini mencakup nama lengkap, nomor telepon, alamat, nomor KTP, nomor rekening/kartu kredit, dan data-data penting lainnya. Jangan juga sembarang mengirimkan foto selfie dengan KTP ataupun foto kartu bank.
Saat ini banyak sekali modus yang meminta Anda untuk mengirimkan foto selfie dengan KTP Anda, dengan begitu data Anda akan digunakan untuk pengajuan pinjaman bodong misalnya. Untuk mencegahnya, sebaiknya Anda hanya mengirim data tersebut kepada instansi resmi yang sudah terjamin dan dapat dipercaya kebenarannya.
2. Jangan memberikan kode OTP
OTP atau one-time password merupakan kode yang dikirimkan melalui pesan, telepon, ataupun email kepada sang pemilik akun. Kode OTP umumnya digunakan sebagai validasi atas tindakan-tindakan tertentu. Seperti saat ingin membuat atau memindahkan akun, mengubah kata sandi, ataupun sebagai langkah konfirmasi suatu transaksi.
OTP ini menjadi portal agar akun terhindar dari hal yang tidak diinginkan, yaitu pencurian atau penyalahgunaan akun. Maka dari itu jika ada yang meminta kode OTP dengan alasan apa pun, Anda patut mencurigainya. Karena instansi resmi pun tidak akan meminta kode OTP tersebut.
3. Jangan mudah tergiur dengan hadiah atau keuntungan yang ditawarkan
Biasanya modus penipuan mengiming-imingi hadiah atau keuntungan yang luar biasa menggiurkan. Eits, tapi jangan langsung percaya ya. Apalagi rasanya tidak masuk akal dan mudah sekali untuk mendapatkan hadiah atau keuntungan tersebut. Cobalah untuk berpikir tenang dan logis agar tidak masuk ke perangkap pelaku.
Sebaiknya cari informasi tambahan dari sumber yang lebih dipercaya misal customer service ataupun media sosial resmi milik instansi. Dengan begitu Anda bisa mengetahui kebenaran informasinya.
Saat ini banyak sekali modus yang meminta Anda untuk mengirimkan foto selfie dengan KTP Anda, dengan begitu data Anda akan digunakan untuk pengajuan pinjaman bodong misalnya. Untuk mencegahnya, sebaiknya Anda hanya mengirim data tersebut kepada instansi resmi yang sudah terjamin dan dapat dipercaya kebenarannya.
2. Jangan memberikan kode OTP
OTP atau one-time password merupakan kode yang dikirimkan melalui pesan, telepon, ataupun email kepada sang pemilik akun. Kode OTP umumnya digunakan sebagai validasi atas tindakan-tindakan tertentu. Seperti saat ingin membuat atau memindahkan akun, mengubah kata sandi, ataupun sebagai langkah konfirmasi suatu transaksi.
OTP ini menjadi portal agar akun terhindar dari hal yang tidak diinginkan, yaitu pencurian atau penyalahgunaan akun. Maka dari itu jika ada yang meminta kode OTP dengan alasan apa pun, Anda patut mencurigainya. Karena instansi resmi pun tidak akan meminta kode OTP tersebut.
3. Jangan mudah tergiur dengan hadiah atau keuntungan yang ditawarkan
Biasanya modus penipuan mengiming-imingi hadiah atau keuntungan yang luar biasa menggiurkan. Eits, tapi jangan langsung percaya ya. Apalagi rasanya tidak masuk akal dan mudah sekali untuk mendapatkan hadiah atau keuntungan tersebut. Cobalah untuk berpikir tenang dan logis agar tidak masuk ke perangkap pelaku.
Sebaiknya cari informasi tambahan dari sumber yang lebih dipercaya misal customer service ataupun media sosial resmi milik instansi. Dengan begitu Anda bisa mengetahui kebenaran informasinya.
Lihat Juga :