Harga Emas Diramal Balik ke Rp1 Juta per Gram, Ini Pemicunya
Senin, 10 Mei 2021 - 13:54 WIB
loading...
A
A
A
Ketiga, pengaruh tsunami Covid-19 di India yang dinilai sangat mengerikan. Selain telah menyebabkan kematian sebanyak 1, 5 juta orang di India, banyak ilmuwan yang memperkirakan kematian akibat virus ini bisa meningkat 10 kali lipat dari angka tersebut.
Baca Juga: Mendag Minta Maaf soal Bipang, Politikus PPP: Maafkan dan Case Closed!
"Ini tanda-tanda varian Covid-19 akan tumbuh subur kembali di tahun 2021 sehingga ketakutan- ketakutan akan menggerogoti negara-negara yang sebelumnya sudah keluar dari bencana Covid-19," terangnya.
Sementara, hingga saat ini harga emas belum bergerak tetap pada level terendah di USD1.600 per troy ounce, Namun, faktor-faktor tadi diperkirakan akan mendorong harga emas dunia siap menembus level USD2.075 per troy ounce.
"Namun untuk mencapai level harga tertinggi itu harga emas dunia harus menyentuh level resisten USD1.850 per troy ounce dulu, kemudian level USD1.877 per troy ounce," jelasnya.
Baca Juga: Mendag Minta Maaf soal Bipang, Politikus PPP: Maafkan dan Case Closed!
"Ini tanda-tanda varian Covid-19 akan tumbuh subur kembali di tahun 2021 sehingga ketakutan- ketakutan akan menggerogoti negara-negara yang sebelumnya sudah keluar dari bencana Covid-19," terangnya.
Sementara, hingga saat ini harga emas belum bergerak tetap pada level terendah di USD1.600 per troy ounce, Namun, faktor-faktor tadi diperkirakan akan mendorong harga emas dunia siap menembus level USD2.075 per troy ounce.
"Namun untuk mencapai level harga tertinggi itu harga emas dunia harus menyentuh level resisten USD1.850 per troy ounce dulu, kemudian level USD1.877 per troy ounce," jelasnya.
(fai)
Lihat Juga :