Dukung UMKM dan Larangan Mudik, Sandiaga Kampanyekan #GakMudikDibikinAsik

loading...
Dukung UMKM dan Larangan Mudik, Sandiaga Kampanyekan #GakMudikDibikinAsik
Menparekraf Sandiaga Uno saat mengunjungi bazar bertajuk #GakMudikDibikinAsik di Trans Mall Cibubur. Foto/Dok Kemenparekraf
JAKARTA - Pemerintah resmi melarang kegiatan mudik pada periode 6 – 17 Mei 2021 guna menekan penyebaran virus Covid-19. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) pun mendukung kebijakan ini.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, memahami rasa rindu masyarakat akan kampung halaman. Guna mengobatinya, Kemenparekraf menggagas program #GakMudikDibikinAsik’ yang diluncurkan pada 6 Mei 2021 lalu.

“Program #GakMudikDibikinAsik' baru saja kami launch 6 Mei lalu. Dalam waktu belum sampai empat hari lebih dari 50% slot dan peningkatan penjualan sudah bisa didapatkan oleh para UMKM yang berpartisipasi pada acara #GakMudikDibikinAsik',” ujarnya dalam Weekly Press Briefing Kemenparekraf secara virtual, Senin (10/5/2021).

Baca juga: Waduh! Banyak PNS Nekat Mudik Naik Kereta Bawa Surat Dinas Palsu

Sandiaga mengatakan, hal tersebut menunjukkan bahwa program tersebut mendapatkan tanggapan positif dari masyarakat. Selain itu, program ini juga bisa menghasilkan omzet tambahan bagi para pelaku UMKM di tengah kondisi sulit akibat pandemi Covid-19.

Sementara itu, hari ini Sandiaga juga sempat mengunjungi bazar bertajuk #GakMudikDibikinAsik di Trans Mall Cibubur. Pada kesempatan itu, dia mengatakan bahwa #GakMudikDibikinAsik merupakan ajang membangkitkan kembali sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Tanah Air. "Lewat acara ini diharapkan program kita bisa tepat sasaran dirasakan masyarakat dan perekonomian kita bisa bangkit kembali," ucapnya.



Baca juga: Pemerintah Akan Tambah 3 Juta Lagi Penerima BLT UMKM

Sandiaga mengungkapkan, dalam acara ini masyarakat bisa membeli berbagai macam produk lokal untuk dijadikan bingkisan bagi sanak saudara di kampung halaman tanpa dipungut ongkos kirim.

"Program ini dihadirkan secara offline didukung oleh PT Pos Indonesia. Untuk online-nya, kita bekerja sama dengan platform e-commerce yang merupakan bagian dari program 'Bangga Buatan Indonesia' yang ongkos kirimnya disubsidi oleh penyelenggara e-commerce," jelas dia.
(ind)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top