Ditegur Menhub, PT KCI Akan Batasi Jumlah Penumpang per Gerbong

Jum'at, 14 Mei 2021 - 18:29 WIB
loading...
Ditegur Menhub, PT KCI...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) punya salah satu pekerjaan rumah (PR) yang cukup menantang, yaitu menjaga kepadatan jumlah penumpang kereta rel listrik (KRL) . Pasalnya, masalah tersebut mendapat sorotan langsung dari Menteri Perhubugan Budi Karya Sumadi.

VP Corporate Communications PT KCI Anne Purba mengatakan, pihaknya akan tetap melakukan pembatasan pada jumlah penumpang di setiap keretanya. Penumpang yang boleh naik kereta hanya 74 orang saja per gerbong.

Baca juga:Dikritik dan Disebut Menhub Tak Profesional, PT KCI Buka Suara

“Jadi 74 per (gerbong) kereta masih terus kami lakukan. Kalau di stasiun-stasiun itu kan ada penyekatan untuk masuk ke kereta,” ujarnya saat ditemui di Stasiun Manggarai, Jakarta, Jumat (14/5/2021).

Nantinya, KCI akan menyiagakan dua sampai tiga petugas di setiap gerbong kereta. Petugas ini akan selalu mengingatkan penumpang untuk menjaga jarak agar tidak berdesakan di dalam kereta.

“Petugasnya ada yang memantau. Itu ada 2-3 orang (per gerbong). Dari 12 kereta lagi jalan sebenarnya,” ucapnya.

Menurut Anne, dalam menerapakan jaga jarak atau protokol kesehatan di kereta agar tidak berdesakan perlu effort lebih. Musababnya, masih ada penumpang yang enggan mengikuti marka yang sudab tersedia di dalam kereta.

Baca juga:Israel Terus Bombardir Gaza, RI Diharapkan Desak PBB Terjunkan Pasukan Perdamaian

Alasannya pun beragam, seperti misalnya tak ingin pisah dari temannya atau bahkan ingin duduk bersama dengan keluarga. Meskipun begitu, pihaknya akan terus melakukan edukasi kepada masyarakat yang mayoritas merupakan penumpang musiman.

“Namun itu perlu diedukasi, misal ada marka-marka yang satu keluarga, satu rombongan itu tidak mau pisah dari temannya atau keluarganya. Tapi itu akan terus kita lakukan edukasi supaya mereka mematuhi marka-marka,” jelasnya.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Penumpang Commuter Line...
Penumpang Commuter Line Boleh Berbuka Puasa di Dalam KRL, Simak Ketentuannya
KRL Diusulkan Beroperasi...
KRL Diusulkan Beroperasi 24 Jam, Begini Jawaban KCI Commuter
Indonesia Bukan Lagi...
Indonesia Bukan Lagi Tempat Parkir Kereta Bekas, Begini Kata Bos KCI
100 Tahun Jaringan KRL,...
100 Tahun Jaringan KRL, KAI Akhirnya Pakai Kereta Buatan Dalam Negeri
2 Trainset KRL Commuter...
2 Trainset KRL Commuter Baru dari China Sampai di Indonesia, Kapan Dipakai KAI?
Jadwal KRL Commuter...
Jadwal KRL Commuter Line Bakal Terganggu Selama 4 Hari, KAI Ungkap Sebabnya
Bertemu Prabowo, Dirut...
Bertemu Prabowo, Dirut KAI Bocorkan Rencana Stasiun Gambir Terintegrasi KRL
Aksi Pelemparan ke KRL...
Aksi Pelemparan ke KRL Masih Terjadi, KAI Commuter Ingatkan Pelaku Bisa Dipenjara 15 Tahun
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Berangsur Normal setelah Kebakaran di Sekitar Rel Dipadamkan
Rekomendasi
Wali Kota Tangerang...
Wali Kota Tangerang Apresiasi Liga Bintang Juara, Dorong Generasi Berpikir Cepat dan Tepat
Kejagung Limpahkan 11...
Kejagung Limpahkan 11 Tersangka Kasus Korupsi Ekspor CPO ke Jaksa Penuntut Umum
Profil Julian Quinones,...
Profil Julian Quinones, Pencetak Gol Pertama di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
Infografis
Pasar di Jakarta Hasilkan...
Pasar di Jakarta Hasilkan 500 Ton Sampah Per Hari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved