Pecah Rekor 1 Miliar Konsumen, Alibaba Agresif Tembus Pasar Baru

Senin, 17 Mei 2021 - 18:56 WIB
loading...
Pecah Rekor 1 Miliar...
Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Alibaba Group Holding Limited (NYSE: BABA dan HKEX: 9988, “Alibaba” atau “Alibaba Group”) mencatatkan jumlah konsumen aktif tahunan untuk ekosistem Alibaba mencapai tongggak sejarah baru, yakni 1 miliar konsumen.

"Alibaba mencatatkan rekor baru dengan mencapai 1 miliar jumlah konsumen aktif global pada tahun fiskal yang berakhir pada Maret 2021," ujar Chairman and Chief Executive Officer of Alibaba Group Daniel Zhang melalui siaran pers, Senin (17/5/2021).

Baca juga: Dari Alibaba hingga Astra, Ini Deretan Perusahaan Kakap yang Suntik Modal ke GoTo

Dia melanjutkan, secara umum bisnis Alibaba telah mengalami pertumbuhan yang kuat dengan fondasi yang solid, di mana total transaksi atau Gross Merchandise Value (GMV) di ekosistem Alibaba mencapai USD1,2 triliun pada tahun fiskal ini. Pencapaian ini didorong dari proposisi nilai yang ditawarkan kepada konsumen dan merchant Alibaba.

"Kami selalu antusias menyambut pertumbuhan ekonomi konsumsi China, yang didukung oleh percepatan digitalisasi pada segala aspek kehidupan dan pekerjaan. Kami akan terus fokus pada peningkatan pengalaman konsumen dan penciptaan nilai melalui inovasi, selaras dengan tujuan untuk mewujudkan misi kami, yakni memberi kemudahan untuk berbisnis di mana saja di era digital," tuturnya.

Chief Financial Officer Alibaba Group Maggie Wu menambahkan, Alibaba telah melampaui panduan pendapatan tahunan dengan pertumbuhan pendapatan organik sebesar 32% di tahun fiskal 2021, tanpa menghitung konsolidasi Sun Art yang baru saja diakuisisi. Pencapaian ini didorong oleh kinerja kuat dari bisnis perdagangan utama serta pertumbuhan berkelanjutan dari Alibaba Cloud.

Baca juga: Kena Denda USD2,8 Miliar, Alibaba Tekor Rp23,8 Triliun

"Kami mencatatkan pertumbuhan 25% year-over-year (yoy) pada EBITDA yang disesuaikan dan kami turut memperbanyak investasi pada area bisnis baru dan pertumbuhan strategis," ujarnya. Dia berharap bisa menghasilkan pendapatan sebesar RMB930 miliar pada tahun fiskal 2022.

"Dengan mempertimbangkan potensi pasar serta kapabilitas dalam menghasilkan profit dan arus kas, kami berencana untuk menggunakan seluruh profit tambahan dan modal tambahan pada tahun fiskal 2022 untuk mendukung para merchant kami, serta berinvestasi pada bisnis baru dan area strategis utama kami, yang dapat membantu meningkatkan consumer wallet share dan menembus pasar baru," paparnya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
Krisis Energi Global,...
Krisis Energi Global, China dan Saudi Aramco Gelar Pertemuan Darurat
Indeks Keyakinan Konsumen...
Indeks Keyakinan Konsumen Mei 2026 Menurun, Ini Penjelasan BI
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Promosikan Startup ke...
Promosikan Startup ke Dunia, Indonesia Gabung London Tech Week
Pesona China yang Berbeda:...
Pesona China yang Berbeda: Eksplor Keunikan Infrastruktur Chongqing dan Alam Zhangjiajie
Rekomendasi
Swedia: Konflik Rusia-NATO...
Swedia: Konflik Rusia-NATO Bisa Pecah dalam Waktu Dekat
MUI Desak Hukuman Tegas...
MUI Desak Hukuman Tegas Bagi Pelaku dan Pengkampanye LGBT
Kemenhaj: 76.829 Jemaah...
Kemenhaj: 76.829 Jemaah Haji dari 195 Kloter Telah Tiba di Indonesia
Berita Terkini
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
Anomali Tiket Pesawat:...
Anomali Tiket Pesawat: Penerbangan Domestik Dipungut PPN, ke Luar Negeri Bebas Pajak
Menakar Efek Domino...
Menakar Efek Domino Pertamax Rp16.250: Waspada Ancaman Inflasi
Asprindo Dorong Skema...
Asprindo Dorong Skema Hybrid Pengelolaan Blok Andaman
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Industri Diajak Bergerak...
Industri Diajak Bergerak Cepat Adopsi Energi Surya
Infografis
1 Tentara Israel Tewas...
1 Tentara Israel Tewas Saat Roket-roket Hizbullah Tembus Iron Dome
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved