Kena Denda USD2,8 Miliar, Alibaba Tekor Rp23,8 Triliun

Sabtu, 15 Mei 2021 - 08:36 WIB
loading...
Kena Denda USD2,8 Miliar,...
Raksasa e-commerce China Alibaba mencatat kerugian USD1,17 miliar di kuartal IV tahun fiskal 2021. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Alibaba melaporkan kerugian bersih sebesar 7,65 miliar yuan atau setara USD1,17 miliar (sekira Rp23,8 triliun dengan kurs Rp14.000 pet USD) pada kuartal fiskal keempat tahun 2021 yang berakhir pada 31 Maret 20210. Kerugian itu disinyalir disebabkan oleh denda anti-monopoli sebesar USD2,8 miliar yang dikenakan oleh regulator.

Mengutip Global Times, e-commerce besutan Jack Ma tersebut sebetulnya mencatatkan kenaikan pendapatan bisnis sebesar 64% (year on year/yoy) menjadi 187,4 miliar yuan. Hal itu terutama didorong oleh rebound kuat ekonomi China yang menopang konsumsi domestik.

Baca Juga: China Menampar Keras Alibaba dengan Denda USD2,8 Miliar Terkait Kasus Monopoli

Laporan itu muncul ketika investor pasar mengamati dengan cermat bagaimana raksasa e-commerce itu menavigasi perairan yang belum dipetakan atas denda berat untuk pelanggaran monopoli, serta perombakan bisnis dari cabang keuangannya, Ant Group.

Pada kuartal keempat tahun fiskal 2021, Alibaba mencatatkan rugi bersih pertamanya sejak IPO karena denda anti-trust, yang membuat Alibaba secara mendalam mengkaji hubungan antara pertumbuhan ekonomi internet dan perkembangan sosial, serta tanggung jawab sosialnya sendiri sebagai sebuah perusahaan platform.

Kendati demikian, kata Daniel Zhang Yong, CEO Alibaba Group, Alibaba akan menjadikan sanksi itu sebagai kesempatan untuk sepenuhnya merefleksikan dan menyesuaikan kondisi keuangan setelah hasil kuartalan diumumkan kepada publik.

Analis memperkirakan bahwa pertumbuhan laba Alibaba akan melambat tahun ini di tengah pengetatan pengawasan anti-monopoli, dengan volume transaksi menyusut dan lini bisnis tertentu diperbaiki agar sesuai dengan persyaratan peraturan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
Gegara Ledakan AI, Industri...
Gegara Ledakan AI, Industri Cip Rp27.000 Triliun Jadi Medan Perang AS-China
Aktivitas Pabrik di...
Aktivitas Pabrik di China Memburuk, Sinyal Peringatan bagi Ekonomi Dunia
Daftar Negara dengan...
Daftar Negara dengan Cadangan Mineral Tanah Jarang Terbesar Dunia, Ada Tetangga Indonesia
Biaya Logistik Menggila,...
Biaya Logistik Menggila, Pembeli Asia Batalkan Impor LPG dari AS
Tiga Kapal Tanker Tujuan...
Tiga Kapal Tanker Tujuan China dan India Diam-diam Tinggalkan Selat Hormuz, Begini Caranya
Sinifikasi Agama di...
Sinifikasi Agama di China Menguat, Gereja Katolik Patriotik Jadi Sorotan
China Diam-diam Simpan...
China Diam-diam Simpan Ribuan Server di Dasar Laut, Apa Tujuannya?
Industri Otomotif China...
Industri Otomotif China Mulai Meninggalkan Masa Keemasan dan Memilih Perang AI
Rekomendasi
Kebakaran Permukiman...
Kebakaran Permukiman Warga di Cideng, 5 Orang Terluka dan 1 Tewas
3 Pati dan Pamen Dimutasi...
3 Pati dan Pamen Dimutasi Kapolri ke Kortastipidkor, Ada Irjen hingga Kombes Pol
Said Iqbal soal Sinyal...
Said Iqbal soal Sinyal Masuk Kabinet Prabowo: Kita Tunggu Pengumuman Resmi
Berita Terkini
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
Cargo Murah Kian Dibutuhkan...
Cargo Murah Kian Dibutuhkan di Tengah Meningkatnya Aktivitas Pengiriman Barang
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
Infografis
APBN Pernah Jebol Nyaris...
APBN Pernah Jebol Nyaris Rp1.000 Triliun, Ini 6 Defisit Terbesar Sepanjang Sejarah Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved