Setelah Sarang Walet, Pemerintah Upayakan Porang Tembus ke China
Rabu, 19 Mei 2021 - 17:35 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Diam-diam China Bangun Replika Kapal Titanic
Sampai saat ini, kata Jerry, baru ada 4 negara yang secara resmi mengekspor langsung ke China, yaitu Belgia, Korea Utara, Myanmar, dan Jepang. "Ini penting karena terkait bagaimana strategi kita mendapatkan kepastian, dan mendapatkan clearance bahwa produk kita secara keamanan dan kapasitasnya itu terverifikasi dari otoritas di sana. Sarang burung walet kita juga melalui seleksi produk yang ketat di China," tukasnya.
Dia menyebut progres untuk sarang burung walet pun sudah berjalan baik. Diharapkan, hal serupa juga terjadi untuk produk porang dengan adanya bahu-membahu antara pemerintah, pengusaha, dan para stakeholders secara kontinyu.
"Upaya yang bisa kita lakukan adalah dengan menyusun risk assessment untuk disampaikan kepada otoritas China, dan yang kedua terkait jaminan mutu dan keamanan pangan serta kesepakatan dengan China untuk menggunakan HS Code yang sama-sama bisa digunakan, sehingga bisa memperlihatkan angka yang pasti, legal, dan valid terkait ekspor kita agar tidak tercampur dengan produk-produk lain," bebernya.
Sampai saat ini, kata Jerry, baru ada 4 negara yang secara resmi mengekspor langsung ke China, yaitu Belgia, Korea Utara, Myanmar, dan Jepang. "Ini penting karena terkait bagaimana strategi kita mendapatkan kepastian, dan mendapatkan clearance bahwa produk kita secara keamanan dan kapasitasnya itu terverifikasi dari otoritas di sana. Sarang burung walet kita juga melalui seleksi produk yang ketat di China," tukasnya.
Dia menyebut progres untuk sarang burung walet pun sudah berjalan baik. Diharapkan, hal serupa juga terjadi untuk produk porang dengan adanya bahu-membahu antara pemerintah, pengusaha, dan para stakeholders secara kontinyu.
"Upaya yang bisa kita lakukan adalah dengan menyusun risk assessment untuk disampaikan kepada otoritas China, dan yang kedua terkait jaminan mutu dan keamanan pangan serta kesepakatan dengan China untuk menggunakan HS Code yang sama-sama bisa digunakan, sehingga bisa memperlihatkan angka yang pasti, legal, dan valid terkait ekspor kita agar tidak tercampur dengan produk-produk lain," bebernya.
(ind)
Lihat Juga :