Dorong Industri 4.0, Pemerintah dan Swasta Harus Gandengan

Rabu, 19 Mei 2021 - 21:44 WIB
loading...
Dorong Industri 4.0,...
Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Ekonom Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Indonesia Fajar B. Hirawan mengatakan, dalam mendorong implementasi industri 4.0 pada sektor industri manufaktur perlu ada kolaborasi yang konkret antara pemerintah dan swasta atau pengguna. Hal ini untuk mengidentifikasi kemampuan yang dibutuhkan penguna dalam menyusun sebuah program.

"Sering kali ada tumpang tindih antar kementerian. Jadi perlu ada fokus pada literasi digital. Misalnya masalah infrastruktur digital mungkin ranahnya di Kementerian Komunikasi sehingga ada porsinya masing-masing," ujarnya dalam Market Review IDX Channel, Rabu (19/5/2021).

Baca juga: Alasan Teknologi Robotika Diadopsi Banyak Industri, Balik Modal Lebih Cepat

Menurut dia, dari sisi literasi digital juga perlu diakselerasi dalam implementasi industri 4.0. Saat ini industri manufaktur di dalam negeri masih banyak yang belum berteknologi tinggi.

"Produk-produk kita yang diekspor, yang berteknologi tinggi baru 8%. Masih jauh dibandingkan negara-negara lainnya dan itu biasanya dari sektor otomotif," tukasnya.

Dia menuturkan, literasi digital juga erat kaitannya dengan pasar tenaga kerja. Untuk itu perlu ada peningkatan kapasitas agar mampu beradaptasi dan berinovasi terkait perkembangan teknologi digital yang ada.

Baca juga: Kadin Ingatkan Pengusaha Tak Potong Gaji Karyawan untuk Bayar Vaksinasi

"Perlu ada semacam insentif ketika misalnya swasta mau melakukan peningkatan kapasitas dari sisi infrastruktur digital kepada karyawannya atau pada karyawan yang baru direkrut oleh mereka. Jadi perlu ada semacam timbal balik sehingga saling menguntungkan," pungkasnya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BTN Dukung Transaksi...
BTN Dukung Transaksi Digital Indonesia Coffee Expo 2026 lewat Aplikasi Bale
DSI Diminta Tak Kuasai...
DSI Diminta Tak Kuasai Perdagangan Sawit, Fokus ke Pengawasan Digital
MNC Bank Borong 5 Penghargaan...
MNC Bank Borong 5 Penghargaan Bergengsi di Infobank-Isentia Digital Brand Awards 2026
BSI dan Baznas Hadirkan...
BSI dan Baznas Hadirkan Layanan DAM Haji dan Kurban Digital
Melalui Teknologi Otonom,...
Melalui Teknologi Otonom, Registrasi Digital Siap Bantu Industri Event
ICC Unsoed 2026, Mahasiswa...
ICC Unsoed 2026, Mahasiswa Diingatkan Risiko Pinjol Ilegal hingga Pentingnya Literasi Digital
Promosikan Startup ke...
Promosikan Startup ke Dunia, Indonesia Gabung London Tech Week
Enam Tahun Penerjemahan,...
Enam Tahun Penerjemahan, Alkitab Bahasa Sunda Kini Hadir dalam Format Cetak dan Digital
AI Juru Selamat atau...
AI Juru Selamat atau Kepunahan Pekerja Industri Kreatif?
Rekomendasi
Resmikan Penataan Jalan...
Resmikan Penataan Jalan Rasuna Said, Pramono: Wajah Baru Jakarta
China Kenalkan Senjata...
China Kenalkan Senjata Laser Genggam Lijian untuk Jatuhkan Drone
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Berita Terkini
Industri Herbal Andalkan...
Industri Herbal Andalkan Figur Publik Perkuat Kepercayaan Konsumen
Tamaris Hidro Bidik...
Tamaris Hidro Bidik Dana Rp1 Triliun lewat Sukuk Ijarah
Dukung Pendanaan UMKM,...
Dukung Pendanaan UMKM, Easycash Perkuat Tata Kelola dan Manajemen Risiko
Harga Emas Antam Stagnan...
Harga Emas Antam Stagnan Hari Ini, Buyback Jadi Rp2,4 Juta per Gram
Transformasi Ekonomi...
Transformasi Ekonomi Progresif, Kepala BPS Canangkan Sensus Ekonomi di Maluku Utara
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung Literasi Pasar Modal melalui Seminar Nasional 'Lo Kheng Hong Investment Philosophy'
Infografis
SPMB DKI Jakarta 2026...
SPMB DKI Jakarta 2026 Sediakan 245.980 Kuota, Termasuk Sekolah Swasta Gratis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved