Impor Barang Konsumsi Naik Dipicu Ramadhan dan Idul Fitri
Kamis, 20 Mei 2021 - 14:48 WIB
loading...
A
A
A
"Kemudian dari AS meningkat USD85,5 juta, komoditasnya adalah soybean (kedelai), lalu dari Hong Kong yakni komoditas emas," tambahnya.
Baca Juga: Hendropriyono Sebut Palestina Bukan Urusan Indonesia, Ini Jawaban Brigade Al-Qassam
Dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, BPS mencatat impor dari 13 negara utama selama Januari-April 2021 juga naik USD6.599,6 juta (18,47% ). Peningkatan nilai impor terutama berasal dari China USD3.958,7 juta (31,28%), Australia USD1.032,4 juta (71,66%), dan India USD937,9 juta (76,51%).
Dilihat dari peranannya terhadap total impor nonmigas Januari–April 2021, kontribusi tertinggi masih didominasi oleh China sebesar USD16.616,4 juta (31,65%), diikuti oleh Jepang USD4.365,5 juta (8,31%), dan Korea Selatan USD3.034,7 juta (5,78%).
Kontribusi yang cukup tinggi juga berasal dari kelompok negara ASEAN USD9.793,3 juta (18,65%)
dan Uni Eropa USD3.282,8 juta (6,25%).
Baca Juga: Hendropriyono Sebut Palestina Bukan Urusan Indonesia, Ini Jawaban Brigade Al-Qassam
Dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, BPS mencatat impor dari 13 negara utama selama Januari-April 2021 juga naik USD6.599,6 juta (18,47% ). Peningkatan nilai impor terutama berasal dari China USD3.958,7 juta (31,28%), Australia USD1.032,4 juta (71,66%), dan India USD937,9 juta (76,51%).
Dilihat dari peranannya terhadap total impor nonmigas Januari–April 2021, kontribusi tertinggi masih didominasi oleh China sebesar USD16.616,4 juta (31,65%), diikuti oleh Jepang USD4.365,5 juta (8,31%), dan Korea Selatan USD3.034,7 juta (5,78%).
Kontribusi yang cukup tinggi juga berasal dari kelompok negara ASEAN USD9.793,3 juta (18,65%)
dan Uni Eropa USD3.282,8 juta (6,25%).
(fai)
Lihat Juga :