Vaksin Merah Putih Siap Digunakan Mulai Pertengahan 2022
Jum'at, 21 Mei 2021 - 16:21 WIB
loading...
Pegawai divaksinasi. Foto/Dok SINDOphoto/Sutikno
A
A
A
JAKARTA - Lembaga Biologi Molekuler Eijkman mencatat izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) vaksin Covid-19 Merah Putih akan diberikan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada pertengahan 2022. Setelah mendapat EUA, maka vaksin buatan dalam negeri itu sudah dapat digunakan.
"Timeline-nya yang dikembangkan oleh Eijkman. Kita perkirakan pada pertengahan tahun depan baru dapat emergency use authorization dan mulai bisa diberikan kepada masyarakat," ujar Kepala Lembaga Eijkman, Amin Soebandrio dalam Webinar, Kamis (21/5/2021).
Baca juga: Vaksin di Indonesia Belum Masuk Syarat Ibadah Haji, Bio Farma: Perkuat Diplomasi
Menurut dia, idealnya vaksin harus memenuhi beberapa persyaratan, yaitu harus memenuhi unsur aman atau tidak ada efek samping. Efek kekebalan seumur hidup dengan satu pemberian, pencegah status karier, tidak mempersulit tes diagnostik, stabil, murah, mudah diproduksi, diterima oleh pemerintah, hingga halal atau diterima oleh masyarakat.
Sebagai catatan, pengembangan vaksin Merah Putih sendiri merupakan kolaborasi lembaga riset diantaranya Eijkman, LIPI, Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Airlangga dan Universitas Gajah Mada.
"Timeline-nya yang dikembangkan oleh Eijkman. Kita perkirakan pada pertengahan tahun depan baru dapat emergency use authorization dan mulai bisa diberikan kepada masyarakat," ujar Kepala Lembaga Eijkman, Amin Soebandrio dalam Webinar, Kamis (21/5/2021).
Baca juga: Vaksin di Indonesia Belum Masuk Syarat Ibadah Haji, Bio Farma: Perkuat Diplomasi
Menurut dia, idealnya vaksin harus memenuhi beberapa persyaratan, yaitu harus memenuhi unsur aman atau tidak ada efek samping. Efek kekebalan seumur hidup dengan satu pemberian, pencegah status karier, tidak mempersulit tes diagnostik, stabil, murah, mudah diproduksi, diterima oleh pemerintah, hingga halal atau diterima oleh masyarakat.
Sebagai catatan, pengembangan vaksin Merah Putih sendiri merupakan kolaborasi lembaga riset diantaranya Eijkman, LIPI, Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Airlangga dan Universitas Gajah Mada.
Lihat Juga :